<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258</id><updated>2012-02-15T15:28:44.702+07:00</updated><category term='Tampang Tiang Cirebon'/><category term='Objek Wisata Cirebon'/><category term='Sejarah Cirebon'/><category term='Beca Desa Klayan Cirebon'/><category term='Makanan Khas Cirebon'/><category term='KelahiranAnakPertama'/><category term='Percetakan Cirebon'/><category term='Seputar Hongkong'/><category term='AngkutanKotaCirebon'/><category term='Toko Online'/><category term='YangKuliahSambilKerja'/><category term='Kode Pos Cirebon'/><category term='Tarling Cirebon'/><category term='Teman Amerika'/><title type='text'>!CIREBON KOTA DAN KABUPATEN</title><subtitle type='html'>Cirebon History, Culture, Food And Beverage, Tourism, Language, Bisnis Cirebon, Sejarah Cirebon, Makanan Minuman Khas Cirebon, Tempat Wisata Cirebon.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-392547426426040994</id><published>2011-12-07T17:44:00.000+07:00</published><updated>2011-12-07T17:44:11.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Cirebon'/><title type='text'>Cerita Purwaka Caruban Nagari</title><content type='html'>RINGKASAN CERITA PURWAKA CARUBAN NAGARI&lt;br /&gt;( Terdiri dari 39 bagian )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuka dengan ucapan syukur kepada sang Maha Pencipta, selanjutnya dikemukakan maksud penyusunan karangan, yakni memaparkan perihal mula jadi negeri Cirebon. Meskipun pada mulanya menemui kesulitan, namun tetap diusahakannya supaya menjadi pengetahuan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cirebon berada dibawah kekuasaan Susuhunan Jati Purba Wisesa, salah seorang wali di Pulau Jawa, ia dikukuhkan menjadi panetep panatagama Islam (pemimpin dan penyebar agama Islam) di wilayah Sunda. Ia menjalankan pemerintahan di istana Pakungwati bersama uaknya, Pangeran Cakrabuwana, yang bergelar Sri Manggana. Uaknya itu menjadi kuwu Cirebon kedua, dan juga sebagai manggala (panglima angkatan bersenjata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Cirebon pada awalnya adalah Sarumban, lalu diucapkan Caruban, akhirnya Carbon (Cirebon). Para wali menyebutnya puseur bumi, negeri yang ada di tengah Pulau Jawa, sementara penduduk pribumi menyebutnya Nagari Gede yang lama kelamaan diucapkan Garage dan kemudian menjadi Grage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan secara singkat perihal perjalanan hidup Prabu Siliwangi, seorang raja besar yang memerintah Pakwan Pajajaran. Ia adalah putra Prabu Anggalarang dari wangsa Galuh yang berkuasa di Surawisesa (keraton galuh). Pada masa mudanya, ia bernama Raden Manah Rarasa (Pamanah Rasa) dan dipelihara oleh uaknya, Ki Gedeng Sindangkasih, seorang juru labuhan yang menguasai pelabuhan Muara Jati. Prabu Siliwangi memperistri puteri Ki Gedeng Sindangkasih bernama Nyai Ambetkasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prabu Siliwangi mengikuti sayembara di negeri Surantaka, bawahan negeri Pajajaran, yang diselenggarakan oleh raja Singapura, Ki Gedeng Tapa. Dalam sayembara itu, ia tampil sebagai pemenang dan berhak memperistri Nyai Subanglarang, putri Ki Gedeng Tapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Ki Gedeng sindangkasih wafat, Raden Pamanah Rasa dijadikan Raja Sindangkasih dengan gelar Prabu Siliwangi. Selang beberapa waktu lamanya, Prabu Siliwangi dinobatkan menjadi Maharaja di Pakwan Pajajaran bergelar Pabu Dewatawisesa dan tinggal di keraton Sang Bima bersama istrinya Nyai Subanglarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Keempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berisi pengungkapan leluhur Prabu Siliwangi secara turun temurun. Prabu Siliwangi adalah putra Prabu Anggalarang, putra Prabu Mundingkawati, putra Prabu Banyakwangi, putra Prabu Banyaklarang, putra Prabu Susuktunggal, putra Prabu Wastukancana, putra Prabu Ciungwanara, dan Ciungwanara adalah putra Maharaja Galuh Pakwan bernama Maharaja Adimulya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kelima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Ki Gedeng Sindangkasih meninggal, kedudukannya sebagai Jurulabuhan digantikan oleh Ki Gedeng Tapa yang bergelar Ki Gedeng Jumajan Jati. Ia berkuasa di sepanjang pantai Cirebon. Ki Gedeng Tapa adalah salah seorang putra Ki Gedeng Kasmaya, penguasa di Cirebon Girang . Adik Ki Gedeng Kasmaya, yaitu Ki Gedeng Surawijaya Sakti, semasa hidupnya menjadi raja Singapura. Ia wafat tidak berputra sehingga kedudukannya digantikan oleh keponakannya, yaitu Ki Gedeng Tapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak perempuan Ki GedengTapa ialah Nyai Rara Ruda yang tinggal di Lemah Putih dan bersuamikan Ki Dampu Awang, saudagar kaya dari Cempa. Dari perkawinannya itu, Nyai Rara Ruda mempunyai seorang putri bernama Nyai Aciputih yang diperistri oleh Prabu Siliwangi dan melahirkan seorang putri bernama Nyai Lara Badaya. Nyai Lara Badaya dibawa kakeknya ke Cempa. Disana, ia berguru agama Islam kepada Maolana Ibrahim Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maolana Ibrahim Akbar mempunyai dua orang putra: Ali Musada dan Ali Rakhmatullah. Ali Musada berputra Maolana Ishak yang beristri putri Blambangan dan mempunyai anak bernama Raden Paku yang kemudian bergelar Susuhunan Giri. Sementara itu, Ali Rakhmatullah tinggal di Gresik dan bergelar Susuhunan Ampel Denta. Ia adalah pemimpin para wali di Pulau Jawa dan mempunyai dua orang putra bernama Makdum Ibrahim yang disebut Susuhunan Bonang dan Maseh Munat yang disebut Susuhunan Drajat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian keenam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kembali kepada Prabu Siliwangi. Dari pernikahannya dengan Nyai Subanglarang,  ia mempunyai tiga orang anak, yaitu Pangeran Walangsungsang, Nyai Lara Santang, dan Raja Sangara. Setelah ibunya  wafat, ketiganya mendapat perlakuan yang buruk dari kalangan istana. Pangeran Walangsungsang akhirnya meninggalkan keraton menuju ke arah timur dan tiba di pondok Ki Gedeng Danuwarsi, seorang pendeta Budhaparwa (Siwa-Budha). Setelah beberapa waktu tinggal disitu, ia memperistri putri Ki Gedeng Danuwarsi bernama Nyai Indang Geulis. Nyai Lara Santang yang sedang menyusul kakaknya tiba di tempat Ki Gedeng Danuwarsih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Gedeng Danuwarsih adalah salah seorang putra Ki Gedeng Danusenta, seorang pendeta Budhaprawa dari Gunung Diyeng yang telah lama meninggal di keraton Galuh Pakwan. Adapun adik Ki Gedeng Danuwarsih yang bernama Ki Danusela tinggal di Cirebon Girang dan beristrikan Nyai Arumsari, putri Ki Gedeng Kasmaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Ketujuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Walangsungsang beserta istri dan adiknya berangkat ke Gunung Amparan Jati untuk berguru agama islam kepada Syekh Datuk Kahfi—juga disebut Syekh Nuruljati yang berasal dari Mekah. Syekh Datuk Kahfi mempunyai seorang adik bernama syekh Bayanullah dan bergelar Syekh Datuk Mahuyun yang mengikutinya di Gunung Amparan Jati. Pada masa Syekh Datuk Kahfi berdiam di Bagdadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian kedelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menceritakan suasana dukuh Pasambangan di kaki Gunung Sembung dan Gunung Amparan Jati. Dukuh Pasambangan banyak didatangi pedagang sehingga pelabuhannya (Muara Jati) menjadi ramai. Beragam perahu yang berasal dari negeri Cina, Arab, Persi, India, Malaka, Tumasik, Pase, Jawa Timur, Madura, dan Palembang berlabuh di pelabuhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Puncak Gunung Amparan Jati didirikanlah sebuah mercusuar yang dikerjakan oleh tentara Cina di bawah pimpinan panglima besar Wa Heng Ping dan Laksamana Te-ho (Cheng-Ho) ketika mereka singgah di daerah itu untuk mencari perbekalan dalam pelayaran ke Majapahit. Pada masa itu, penguasa wilayah sepanjang pantai Cirebon ialah Ki Gedeng Jumajan Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesembilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu menjadi juru labuhan, Ki Gedeng Tapa bersahabat baik dengan para pedagang dan para guru agama Islam berasal dari Mekah. Salah seorang di antara mereka adalah Syekh Hasanudin yang bergelar Syekh Kuro—seorang ulama yang berasal dari negeri Cempa. Di Jawa, Syekh Hasanudin mendirikan pondok pesantren di Karawag. Salah seorang muridnya ialah Nyai subang Larang, sebelum ia diperistri oleh Prabu Siliwangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Datuk Kahfi tiba di Pasambangan beserta 12 orang pengikutnya—sepuluh orang pria dan dua wanita. Mereka diterima dengan ramah oleh penguasa di sana dan diberi tempat tinggal di Gunung Amparan Jati. Di Gunung Amparan Jati, ia mendirikan pondok pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesepuluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berguru selama tiga tahun kepada Syekh Datuk Kahfi, Raden Walangsungsang diberi nama Ki Samadullah dan diperintahkan oleh gurunya untuk mendirikan pedukuhan di Kebon Pesisir yang terletak di sebelah selatan Gunung Amparan Jati. Setelah menebas hutan belukar, Ki Samadullah mendirikan gubuk dan tajug di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesebelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian ini menceritakan perihal Ki Danusela yang bergelar Ki Gedeng Alang-alang, adik Ki Gede Danuwarsi. Ia telah lama tinggal di Tegal Alang-Alang atau Kebon Pesisir—kemudian disebut Lemah-wungkuk—bersama istri, Nyai Arumsari. Setiap hari, kerjanya mencari rebon (udang kecil) untuk membuat terasi, petis, dan garam. Dari perkawinannya dengan Nyai Arumsari, Ki Danusela mempunyai seorang anak bernama Nyai Retna Riris, kelak bernama Nyai Kencana Larang. Selanjutnya, Ki Samadullah memperistri Nyai Kencana Larang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukuh Tegal Alang-Alang bertambah ramai, dan banyak warga masyarakat Pasambangan yang berpindah ke daerah itu untuk berdagang dan menangkap ikan, tidak ada yang bertani. Ki Gedeng Alang-Alang oleh penduduk pedukuhan dipilih sebagai kuwu yang pertama, sedangkan Ki Samadullah ditunjuk sebagai pangraksa bumi dengan gelar Ki Cakrabumi. Setelah tiga tahun Ki Cakra bumi tinggal di daerah itu, nama pedukuhan berubah menjadi desa Caruban Larang karena desa tersebut tinggal berbagai bangsa dengan agama, bahasa, tabiat, dan juga pekerjaan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Keduabelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas saran Syekh Datuk Kahfi, Ki Cakrabumi dan Nyai Lara Santang berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekah. Nyai Indang Geulis tidak ikut serta karena sedang mengandung. Selama di Mekah, keduanya tinggal di pondok Syekh Bayanullah, adik Syekh Datuk Kahfi dan berguru kepada Syekh Abuyajid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mekah, Nyai Lara Santang diperistri oleh Maolana Sultan Mahmud yang juga disebut Syarif Abdullah, putra Ali Nurul Alim dari bangsa Hasyim yang berasal dari Bani Ismail yang dulu berkuasa di kota Ismailiyah. Juga, membawahi Baniisrail (Bani Israil) di wilayah Pilistin (Palestina). Setelah menjadi istri Maolana Sultan Mahmud, ia diberi nama Saripah Mudaim, dan kakaknya bergelar Haji Abdullah Iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu Saripah Mudaim sedang mengandung sembilan bulan, ia pergi ke Mekah bersama kakak dan suaminya disertai para pembesar sebagai pengawal untuk menjaga keselamatan mereka, antara lain Penghulu Jamaludin dan Patih Jamalulail; para mentri antara lain Abdul Japar, Mustapa, Kalil, al-Huddin, dan Ahmad; sedangkan Mahapatih Ungkajutra, adik raja Maolana, tidak ikut serta karena mewakili kakaknya sebagai pemangku kerajaan dan memimpin angkatan bersenjata di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mekah, Saripah Mudaim melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Syarif Hidayat. Setelah kelahiran itu, mereka kembali ke Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Ketigabelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, setelah hampir tiga bulan lamanya tinggal di Mekah, Haji Abdullah Iman kembali ke Jawa. Dalam perjalanan pulang, ia singgah di Cempa dan berguru syariat islam kepada Maolana Ibrahim Akbar atau Syekh Maulana Jatiswara. Haji Abdullah Iman dikawinkan dengan putrinya yang bernama Nyai Retna Rasajati dan mempunyai tujuh orang putri: Nyai Laraskonda, Nyai Lara Sajati, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nyai Jatimerta&lt;/span&gt;, Nyai Jamaras, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nyai Mertasinga&lt;/span&gt;, Nyai Cempa, dan Nyai Rasamalasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Keempatbelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Syarif  Hidayat  berumur dua tahun, Saripah Mudaim melahirkan putra ke dua yang diberi nama Syarif  Nurullah. Tidak lama kemudian, Syarif Abdullah meninggal dunia, sementara pemerintahan diwakilkan kepada  Mahapatih Ungkajutra dengan gelar Raja Ongkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kelimabelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di Cirebon,Haji Abdullah Iman mengajar agama Islam dan membangun  tajug Jelagrahan beserta sebuah rumah besar, tempat ia tinggal bersama istri dan putrinya, Nyai Pakungwati yang lahir ketika ayahnya  mengembara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Abdullah Iman juga menikah dengan Nyai Retna Riris yang kemudian berganti nama menjadi Nyai Kencana  Larang, putri Ki Gedeng Alang-alang.&lt;br /&gt;Dari perkawinan ini , Haji Abdullah Iman mempunyai seorang putra bernama Pangeran  Cerbon yang tinggal bersama kakeknya di  Cirebon Girng, danmenggantikan  kakeknya sebagai kuwu Cirebon Girang. Pangeran Caruban menikah dengan  Nyi Cupluk, Putri  Ki  Gendeng  Trusmi dan mempunyai seorang  putra bernama Pangeran Trusmi yang pada masa kecilnya bernama Bung  Cikal, dikenal pula dengan gelar Manggana Jati. Pada masa itu, Wilayah Cirebon menjadi daerah bawahan bupati Galuh bernama Pangeran Jayaningrat, dan senopatinya bernama Arya Kiban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Keenambelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Ki Gedeng Alang-Alang wafat, kedudukannya sebagai kuwu Cirebon digantikan oleh Ki Cakrabumi dengan gelar Pangeran Cakrabuana. Namun, ketika Ki Gedeng Jumajan Jati wafat, Pangeran Cakrabuana tidak meneruskan kedudukannya sebagai raja Singapura karena ia hanya mewarisi kekayaannya. Dengan harta kekayaan itu, dibuatlah sebuah keraton yang diberi nama Pakungwati, dan menyusun kekuatan angkatan bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prab Siliwangi di keraton Pakwan Pajajaran menyambut baik langkah yang diambil oleh putranya, Pangeran Cakrabuana. Sebagai tanda dukungan, ia mengirimkan duta kerajaan yang dipimpin oleh Tumenggung Jagabaya desertai Raja Sengara dengan membawa panji-panji kerajaan bagi putranya. Pada saat yang bersamaan, Prabu Siliwangi memberi gelar Sri Mangana kepada Pangeran Cakrabuana. Di Cirebon, Raja Sengara memeluk islam dan pergi naik haji yang kemudian berganti nama menjadi Haji Mansur. Haji Mansur beristrikan Nyai Kalimah dari negeri Cempa yang datang bersama istri Pangeran Cakrabuana yang kemudian bergelar Nyai Gedeng Kalisapu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Ketujuhbelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat tumbuh menjadi seorang pemuda yang saleh dan berhasrat menjadi guru agama Islam. Pada usia 20 tahun, ia pergi ke Mekah untuk berguru kepada Syekh Tajmuddin al-Kubri selama dua tahun. Setelah itu, berguru kepada Syekh Ataullahi Sajili, seorang penganut Imam Safi’i, selama dua tahun. Dari Mekah, ia pergi ke Bagdad untuk belajar Tasawuf Rasul. Setelah menamatkan pelajarannya, ia kembali ke Mesir. Di Mesir Mahapatih Ungkajutra memberi nama Syarif Hidayat dengan nama Nurdin, dan dari para guru agama serta pembesar kerajaan ia beroleh nama Ibrahim, sedangkan para gurunya di Mekah memberinya gelar Sayid Kamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahapatih Ungkajutra bermaksud menyerahkan tahta kerajaan kepada Syarif Hidayat. Namun, ia sungguh-sungguh berhasrat menjadi guru agama Islam, permintaan pamannya itu ditolaknya, dan ia menyarankan supaya kedudukan itu diserahkan kepada adiknya, yang ketika menjadi raja dinobatkan dengan gelar Sultan Syarif Nurullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan cita-citanya, Sayid Kamil berangkat menuju Pulau Jawa dan terlebih dahulu singgah di Gujarat ( india ) dan negeri Pase di Sumatera. Di Pase, ia tinggal di pondok Sayid Ishak yang pernah menjadi guru agama di Blambangan. Setelah dua tahun berguru kepadanya, ia berlayar menuju Pulau Jawa dan singgah di Banten yang pada waktu itu telah banyak pemeluk agama Islam berkat usaha Sayid Rakhmat—seorang wali dari Ampel Gading yang disebut juga Susuhunan atau Sunan Ampel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu lamanya, Sayid Kamil dengan menumpang perahu orang Jawa Timur, tiba di Ampel Denta. Suatu ketika, di Ampel Denta tengah berkumpul para wali di bawah pimpinan Susuhunan Apel untuk melakukan pembagian tugas para wali dalam menyebarkan agama Islam. Susuhunan Ampel memberi tugas kepada Sayid Kamil untuk menyebarkan  agama Islam di tanah Sunda—yang waktu itu masih menganut ajaran Budhaprawa. (Siwa-Budha)—karena ibu dan uaknya berasal dari sana. Pangeran Cakrabuana telah terlebih dahulu bertindak sebagai penyebar agama Islam selain kedudukannya sebagai penguuasa Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke tanah Sunda, Sayid Kamil disertai oleh Dipati Keling yang telah menjadi penganut agama Islam beserta 98 orang pengikutnya. Di Cirebon, Sayid Kamil menetap di gunung Sembung dan mendirikan pondok. Di daerah ini pula ia bergelar Maolana jati atau Syekh Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Syarif Hidayat menyebarkan ajaran Islam di Babadan, ia memperistri Nyi Babadan, putri Ki Gedeng Babadan yang menjadi penganutnya. Namun, dari Nyai Babadan ia tidak memperoleh putra karena meninggal lebih dulu. Selanjutnya, ia memperistri Saripah Bagdad, adik Maolana Abdurahman Bagdad yang disebut Pangeran Panjunan. Bersama istrinya, Syarif Hidayat tinggal di Pasambangan. Dari perkawinan ini, Syarif Hidayat mempunyai dua orang putra, Pangeran Jayakelana dan Pangeran Gung Anom. Pangeran Jayakelana menikah dengan Nyai Pembaya (Pembayun), sedangkan Pangeran Gung Anom beristrikan Ratu Nyawa, keduanya putri Raden Patah, Sultan Demak yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kedelapanbelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raden Patah adalah putra Prabu Brawijaya Kertabumi dari seorang putri Cina. Dialah yang membangun kesultanan Demak yang pada awalnya adalah sebuah hutan yang ditumbuhi gelagah wangi menjadi sebuah kota yang kian lama bertambah ramai. Ketika putri Cina sedang mengandung, ia diserahkan kepada Arya Damar, bupati Palembang bawahan Majapahit. Di Palembang, putri Cina itu melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Raden Praba, sedangkan ibunya memberinya nama Jimbun. Dari Arya Damar, putri Cina melahirkan lagi seorang anak laki-laki yang diberi nama Raden Kusen. Setelah remaja, Raden Praba—disebut juga Raden Patah—bersama Raden Kusen—disebut juga Arya Abdillah—berangkat ke Majapahit. Di Majapahit, Raden Kusen di angkat menjadi bupati Teterung, sedangkan Raden Patah dijadikan adipati Bintaro di Demak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah meruntuhkan kerajaan Majapahit dengan dukungan para wali dan para penguasa di kota-kota pantai utara Jawa dan beberapa kota di seberang laut, oleh para wali yang dipimpin oleh Susuhunan Ampel Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan Demak pertama dengan gelar Sultan Akhbar al-Pathah selaku amirul mukminin di Jawa Timur. Atas dorongan para wali, ia mendirikan masjid agung di Demak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesembilanbelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat yang bergelar Susuhunan Jati pergi menyiarkan ajaran Islam ke Banten. Di sana, ia memperistri Nyai Kawunganten, adik Bupati Banten. Melalui perkawinan ini, bupati Banten dan sebagian para pembesar serta warga masyarakat Banten menjadi penganut agama Islam. Dari perkawinan ini, Syarif Hidayat mempunyai dua orang anak: seorang wanita bernama Ratu Winaon dan seorang pria bernama Pangeran Sabakingkin atau Pangeran Hasanudin. Ratu Winaon bersuamikan Pangeran Atas Angin atau Pangeran Raja Laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Pangeran Cakrabuana, Syarif Hidayat dikukuhkan menjadi tumenggung negeri Cirebon dengan gelar Susuhunan Jati. Keputusan itu mendapat dukungan para wali dan Sultan Demak, serta diakui oleh para penguasa di seluruh pantai utara tanah Jawa. Para wali mengangkat Susuhunan Jati sebagai panetep panatagama Islam di seluruh wilayah Sunda yang berkedudukan di Cirebon. Pengangkatan itu sebagai pengganti kedudukan Syekh Nuruljati yang telah lama wafat. Susuhunan Jati menempati istana Pakungwati bersama Pangeran Cakrabuana yang berkedudukan sebagai manggala Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, Cirebon masih merupakan bawahan Pakwan Pajajaran, yang setiap tahun berkewajiban menyerahkan terasi dan garam sebagai bulubekti. Melalui musyawarah antara Susuhunan Jati dan Pangeran Cakrabuana, Dipati Keling, dengan Ki Gedeng yang berkuasa di seluruh tanah Sunda, akhirnya Cirebon memutuskan untuk tidak lagi menyerahkan bulubekti kepada keraton Pakwan Pajajaran. Tindakan cirebon itu mendapat tanggapan keras dari Pakwan Pajajaran. Karena itu, dikirimkanlah 60 orang pasukan untuk menindak Cirebon di bawah Komando Tumenggung Jagabaya. Namun, Tumenggung Jagabaya membelot, dan ia menjadi penganut agama Islam. Dengan demikian, tindakan menghukum Cirebon itu tidak terlaksana. Apalagi tidak berapa lama setelah peristiwa itu, Prabu Siliwangi wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Keduapuluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menceritakan tentang pembunuhan Pangeran Gung Anom atau Pangeran Sedang Lautan. Pangeran Gung Anom yang menikah dengan Ratu Nyawa dari Demak tidak berputra. Suatu ketika, ia pergi ke Cirebon melalui jalan laut. Di tengah laut, dekat pantai Gebang, perahu yang di tumpanginya diserang oleh perompak. Pangeran Gung Anom beserta beserta para   pengiringnya dibinasakan, mayatnya dilempar ke laut dan terdampar di pesisir Mundu. Pangeran Gung Anom kemudian dimakam-kan di Pantai Mundu dan bergelar Pangeran Sedang Lautan. Atas perintah Susuhunan Jati, gerombolan perompak akhirnya dapat dihancurkan oleh kesatuan bersenjata bala bantuan dari Cirebon di bawah komando Ki Gedeng Bungko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Keduapuluh Satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berisi untaian keturunan Susuhunan Jati, Perkawinan Susuhunan Jati dengan Nyai Tepasari, Putri Ki Gedeng Tepasan dari Majapahit beroleh dua orang putra; Nyai Ratu Ayu dan Pangeran Mohamad Arifin bergelar Pangeran Pasarean. Nyai Ratu Ayu bersuamikan Pangeran Sabrang Lor, Sultan Demak kedua yang memerintah selama tiga tahun. Dari perkawinan itu , Nyai Ratu Ayu tidak berputra karena Pangeran Sabrang Lor tewas dalam pertempuran laut melawan angkatan bersenjata Portugis-- saat menyerang Malaka untuk kedua kalinya. Kemudian, Ratu Ayu bersuamikan Pangeran Pase bernama Ki Padhilah yang beristrikan Nyai Pembaya (Pembayun)--janda Pangeran Jayakelana. Dari perkawinan itu, Ratu Ayu beroleh seorang putri bernama Ratu Wanawati Raras dan seorang putra bernama Pangeran Sedang Garuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Pangeran Pasarean memperistri janda Pangeran Gung Anom, kakak-nya, yakni Ratu Nyawa. Dari perkawinan itu, ia berputra enam orang; Pangeran Kesatriyan yang beristrikan seorang Putri dari Tuban dan bertempat tinggal di sana; Pangeran Losari yang menjadi Panembahan Losari; Pangeran Suwarga yang manjadi Adipati Cirebon bergelar Pangeran Pakungja  atau Pangeran  Sedang Kemuning dan beristrikan Ratu Wanawati Raras, putri Ratu Ayu dengan Ki Padhilah; Ratu Emas yang bersuamikan Ratu Bagus dari Banten [Pangeran Sentana Panjunan],dan Pangeran Weruju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Keduapuluh Dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, di bangsal Pakungwati, Susuhan Jati Purba sedang berkumpul dengan para pembesar istana. Tiba-tiba datanglah Ki Padhilah menghadap kepada Susuhunan Jati.Selaku panglima angkatan bersenjata Demak, ia diperintah oleh Sultan Demak untuk menyerang Banten dan Kalapa. Itu dilakukan setelah diketahui bahwa Kerajaan Sunda mengadakan perjanjian  persahabatan dengan pihak Portugis di Malaka. Kalapa dan Banten adalah dua pelabuhan utama kerajaan Sunda, bandar perdagangan  antarbangsa, yang memberi kemakmuran kepada warga masyarakat kerajaan Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan restu dari Susuhunan Jati, angkatan bersenjata Demak diperkuat oleh kesatuan bersenjata Cirebon yang semuanya berjumlah 1967 orang dibawah komando panglima tertinggi Padhilah disertai para pendamping dari Cirebon, antara lain, Pangeran Cirebon , Dipati Keling Dipati Kuningan, dan Dipati Cang-Kuang. Tempat pertama yang dituju  ialah Banten karena selain letaknya lebih jauh ke pusat kerajan Sunda, juga  di Banten telah terjadi huru hara  yang dilakukan oleh para pengikut  Pangeran Sabakingkin--ia telah lama bermukim di sana  sebagai penyiar ajaran Islam. Banten dapat ditundukkan pada 1526, dan Sunda Kelapa  ditundukkan 1527 setelah melalui pertempuran sengit yang menewaskan  Raja Sanghiyang, raja yang berkuasa di Sunda Kalapa, beserta istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Sunda Kalapa diduduki oleh angkatan bersenjata Demak dan Cirebon, datanglah kesatuan bersenjata Portugis setelah menemui musibah diserang badai di lautan. Mereka tidak mengetahui bahwa situasi di Sunda Kalapa telah berubah. Kedatangan kesatuan bersenjata Portugis itu untuk melaksanakan isi perjanjian  persahabatan yang disetujui bersama antara wakil Portugis dan Kerajaan Sunda beberapa tahun sebelumnya (1522). Lalu, pecahlah pertempuran  sengit. Apabila pihak Portugis di bawah komando Prangko Bule telah mempergunakan meriam besar yang belum pernah dialami oleh pihak angkatan bersejata Demak dan Cirebon. Kendatipun demikian, orang Portugis dapat dihalau, dan merek yang tersisa karena terbunuh dan luka berat melarikan diri, pulang ke Malaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Keduapuluh Tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menceritakan silsilah Susuhunan Jati dari pihak ayah. Suatu ketika Susuhunan Jati sedang berkumpul di tengah bangsal di keraton Pakungwati yang di hadiri oleh para pembesar wilayah dan para wali  beserta  para senopati. Dalam pertemuan ini, Susuhunan Jati mengatakan bahwa isi Alquran itu seperti samudra luasnya, tak ada duanya di dunia ini. Hukum yang terdapat di dalam nya adalah ucapan dan gubahan Yang Mahakuasa,yang senyata-nyatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya,Susuhunan Jati menceritakan leluhur dirinya, baik dari pihak ayah maupun ibu. Ia berkata bahwa dirinya adalah putra Syarif Abdullah, Syarif Abdullah adalah putra Ali Nurul Alim yang beristri putri Mesir, Ali Nurul Alim adalah putra Jamaludin dari Kamboja, Jamaludin putra Amir, Amir putra Abdul Malik dari India, Abdul Malik putra  Alwi dari Mesir, Alwi putra Muhamad, Muhamad putra Baidilah, Baidilah putra Ahmad, Ahmad putra al-Bakir, al-Bakir putra Idris, Idris putra Kasim al-Manik, Kasim al-Manik putra Japar Sadik dari Parsi, Japar Sadik putra Muhamad Bakir, Muhamad Bakir putra Jenal Abidin, Jenal Abidin putra Sayyid Husen, dan Sayyid Husen adalah putra Sayyidina Ali yang beristrikan Siti Fatimah az-Zahra putri Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian keduapuluh Empat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menceritakan silsilah Susuhunan Jati dari pihak ibu. Susuhunan Ampel Denta ayah Susuhunan Bonang yang berasal dari Cempa adalah uak Syarif Hidayat, sedangkan Pangeran Cakrabuana adalah uak dari ibunya  [Nyai Rara Santang] karena keduanya adalah putra Prabu Siliwangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Nyai Subang Larang [ibu Lara Santang] yang lahir pada 1404 adalah putri Patih Singapura, Ki Ageng Tapa dari istri Nyai Ratna Kranjang. Nyai Ratna Kranjang adalah putri Ki Ageng Kasmaya, penguasa di Cirebon  Girang dukuh wilayah Wanagiri. Pada usia 14 tahun, oleh uaknya Nyai Lara Ruda-istri Ki Dampu Awang-ia dibawa ke Malaka selama dua tahun. Ketika kembali ke pulau Jawa, ia berguru kepada Syekh Kuro di Kerawang selama dua tahun. Pada 1422 ,Nyai Subang Larang menikah dengan Prabu Siliwangi di Singapura yang letaknya di sebelah utara Gunung Amparan Jati. Setahun kemudian, ia melahirkan Raden Walangsungsang (1423), Nyai Lara Santang (1426), dan Raja Sengara (1428). Pada 1440, Nyai Subang Larang meninggal di keraton Pakwan. Setahun  setelah Nyai Subang Larang wafat, pada 1442, Raden Walangsungsang meninggalkan keraton Pakwan dan tinggal di Kebon Pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1448, Syarif Hidayat  dilahirkan di Mekah, dan setahun kemudian (1449), lahirlah adiknya, Syarif  Arifin atau Syarif  Nurullah. Pada 1470, Syarif Hidayat tiba di Cirebon, dan setahun kemudian menikah dengan Nyai Babadan di Babadan. Nyai Babadan meninggal pada 1477, dan tidak sempat mempunyai anak. Setahun kemudian (1478) , Syarif Hidayat  menikah dengan Nyai Pakungwati, putri uaknya. Pada 1481, Syarif  Hidayat menikah dengan Ong-Tien yang meninggal pada 1488. Dengan putri Ong-Tien ini,Syarif Hidayat mempunyai seorang putra yang meninggal ketika baru lahir di Luragung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1475, Syarif Hidayat menikah dengan Nyai Kawunganten dan berputra dua orang; Ratu Winaon (1477) yang kemudian menjadi istri Pangeran Raja Laut, dan Pangeran  Sabangkingkin (1478) yang kemudian berkuasa mewakili ayahnya sebagai Sultan di Banten pada 1552 dengan gelar Pangeran Hasanudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Pasarean menjadi Dipati Cirebon pada 1528 atas nama ayahnya ketika Syarif Hidayat sedang berkeliling tanah Sunda menyebarkan  agama Islam. Pangeran Pasarean yang di lahirkan pada 1495 adalah putra kedua Syarif Hidayat  dari istri Nyai Tepasari, Putri Ki Gedang Tepasan dari Majapahit. Putra pertama dari perkawinannya itu adalah seorang putri bernama Ratu Ayu yang lahir pada 1493.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratu Ayu bersuamikan Pangeran Sabrang Lor pada 1511, namun  Pangeran Sabrang Lor meninggal dunia pada 1521 dengan tidak berputra. Kemudian Ratu Ayu bersuamikan Padhillah pada 1524, dari perkawinan itu, Ratu Ayu mempunyai seorang putri bernama Wanawati Raras yang lahir pada 1525.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Pasarean beristrikan Ratu Nyawa, putri Raden Patah, janda dari Pangeran Gung Anom. Dari perkawinan itu, lahirlah enam orang putra; Pangeran Kesatriyan yang lahir pada 1516, Pangeran Losari (1518),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-392547426426040994?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/392547426426040994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/10/cerita-purwaka-caruban-nagari.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/392547426426040994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/392547426426040994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/10/cerita-purwaka-caruban-nagari.html' title='Cerita Purwaka Caruban Nagari'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-2157400095056859121</id><published>2011-08-23T05:07:00.001+07:00</published><updated>2011-08-23T05:08:48.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kode Pos Cirebon'/><title type='text'>Kode Pos Kecamatan Di Cirebon</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;1. Kecamatan Arjawinangun&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Arjawinangun di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Arjawinangun (Kodepos : 45162)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bulak (Kodepos : 45162)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Geyongan (Kodepos : 45162)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jungjang (Kodepos : 45162)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jungjang Wetan (Kodepos : 45162)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangsambung (Kodepos : 45162)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kebonturi (Kodepos : 45162)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Rawagatel (Kodepos : 45162)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sende (Kodepos : 45162)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tegalgubug (Kodepos : 45162)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tegalgubug Lor (Kodepos : 45162)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kecamatan Astanajapura&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Astanajapura di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Astanajapura (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Buntet (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Japura Kidul (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Japurabakti (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kanci (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kanci Kulon (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kendal (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Mertapada Kulon (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Mertapada Wetan (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Munjul (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sidamulya (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kecamatan Babakan&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Babakan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Babakan (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Babakangebang (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bojonggebang (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cangkuang (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gembongan (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gembonganmekar (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangwangun (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kudukeras (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kudumulya (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pakusamben (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Serang Kulon (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Serang Wetan (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sumber Kidul (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sumber Lor (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kecamatan Beber&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Beber di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Beber (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ciawigajah (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cikancas (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cipinang (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Halimpu (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kondangsari (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Patapan (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sindanghayu (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sindangkasih (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Wanayasa (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kecamatan Ciledug&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ciledug di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bojongnegara (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ciledug Kulon (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ciledug Lor (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ciledug Tengah (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ciledug Wetan (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Damarguna (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jatiseeng (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jatiseeng Kidul (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Leuweunggajah (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tenjomaya (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kecamatan Ciwaringin&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ciwaringin di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Babakan (Kodepos : 45167)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bringin (Kodepos : 45167)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Budur (Kodepos : 45167)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ciwaringin (Kodepos : 45167)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Galagamba (Kodepos : 45167)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gintung Kidul (Kodepos : 45167)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gintung Tengah (Kodepos : 45167)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gintungranjeng (Kodepos : 45167)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kecamatan Depok&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Depok di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cikeduk (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Depok (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Getasan (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangwangi (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kasugengan Kidul (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kasugengan Lor (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Keduanan (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kejuden (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Warugede (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Warujaya (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Warukawung (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Waruroyom (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kecamatan Dukupuntang&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Dukupuntang di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Balad (Kodepos : 45652)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bobos (Kodepos : 45652)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cangkoak (Kodepos : 45652)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cikalahang (Kodepos : 45652)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cipanas (Kodepos : 45652)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cisaat (Kodepos : 45652)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Dukupuntang (Kodepos : 45652)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Girinata (Kodepos : 45652)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kedongdong Kidul (Kodepos : 45652)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kepunduan (Kodepos : 45652)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Mandala (Kodepos : 45652)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sindangjawa (Kodepos : 45652)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sindangmekar (Kodepos : 45652)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kecamatan Gebang&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Gebang di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Dompyong Kulon (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Dompyong Wetan (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gagasari (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gebang (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gebang Kulon (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gebangilir (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gebangmekar (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gebangudik (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalimaro (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalimekar (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalipasung (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Melakasari (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pelayangan (Playangan) (Kodepos : 45191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kecamatan Gegesik&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Gegesik di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bayalangu Kidul (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bayalangu Lor (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gegesik Kidul (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gegesik Kulon (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gegesik Lor (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gegesik Wetan (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jagapura Kidul (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jagapura Kulon (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jagapura Lor (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jagapura Wetan (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kedungdalem (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Panunggul (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sibubut (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Slendra (Kodepos : 45164)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kecamatan Gempol&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Gempol di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cikeusal (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cupang (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gempol (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kedungbunder (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kempek (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Palimanan Barat (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Walahar (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Winong (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Kecamatan Greged / Greget&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Greged / Greget di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Durajaya (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Greged (Greget) (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jatipancur (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kamarang (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kamaranglebak (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Nanggela (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sindangkempeng (Kodepos : 45172)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gumulunglebak (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gumulungtonggoh (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Lebakmekar (Kodepos : 45181)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Kecamatan Gunung Jati / Cirebon Utara&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Gunung Jati / Cirebon Utara di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Adidharma (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Astana (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Babadan (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Buyut (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Grogol (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jadimulya (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jatimerta (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalisapu (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Klayan (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Mayung (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Mertasinga (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pasindangan (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Wanakaya (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Kecamatan Jamblang&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Jamblang di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bakung Kidul (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bakung Lor (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bojong Lor (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bojong Wetan (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jamblang (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Orimalang (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sitiwinangun (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Wangunharja (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Kecamatan Kaliwedi&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kaliwedi di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Guwa Kidul (Kodepos : 45165)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Guwa Lor (Kodepos : 45165)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalideres (Kodepos : 45165)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kaliwedi Kidul (Kodepos : 45165)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kaliwedi Lor (Kodepos : 45165)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Prajawinangun Kulon (Kodepos : 45165)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Prajawinangun Wetan (Kodepos : 45165)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ujungsemi (Kodepos : 45165)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Wargabinangun (Kodepos : 45165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Kecamatan Kapetakan&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kapetakan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bungko (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bungko Lor (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Dukuh (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Grogol (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kapetakan (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangkendal (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kertasura (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pegagan Kidul (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pegagan Lor (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Kecamatan Karangsembung&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karangsembung di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalimeang (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangmalang (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangmekar (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangsembung (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangsuwung (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangtengah (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kubangkarang (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tambelang (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: 1px solid #692; overflow: auto; padding-bottom: 0px; padding-left: 10px; padding-right: 10px; padding-top: 4px; width: 250px;"&gt;&lt;div style="line-height: 120%; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://qibamjaya.blogspot.com/"&gt;Percetakan Cirebon&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melayani Pembuatan Aneka Macam Kalender, Kartu Undangan, Kartu Nama, Buku Yasin, Buku Nota, Memo, Spanduk, Brosur, Sertifikat, Map, Kalender, Kop Surat, Stiker, Cetak Buku Tabungan, Wilayah Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka. Hubungi: 081 320 602 407.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ummiega.blogspot.com/"&gt;Ads by Ummiega&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Kecamatan Karangwareng&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karangwareng di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Blender (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jatipiring (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karanganyar (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangasem (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangwangi (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangwareng (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kubangdeleg (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Seuseupan (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sumurkondang (Kodepos : 45186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Kecamatan Kedawung&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kedawung di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalikoa (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kedawung (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kedungdawa (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kedungjaya (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kertawinangun (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pilangsari (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sutawinangun (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa TUK (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Kecamatan Klangenan&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Klangenan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bangodua (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Danawinangun (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jemaras Kidul (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jemaras Lor (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Klangenan (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kreyo (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pekantingan (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Serang (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Slangit (Kodepos : 45156)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Kecamatan Lemahabang&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Lemahabang di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Asem (Kodepos : 45183)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Belawa (Kodepos : 45183)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cipeujeuh Kulon (Kodepos : 45183)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cipeujeuh Wetan (Kodepos : 45183)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Lemahabang (Kodepos : 45183)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Lemahabang Kulon (Kodepos : 45183)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Leuwidingding (Kodepos : 45183)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Picungpugur (Kodepos : 45183)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sarajaya (Kodepos : 45183)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sigong (Kodepos : 45183)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sindanglaut (Kodepos : 45183)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tuk Karangsuwung (Kodepos : 45183)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Wangkelang (Kodepos : 45183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Kecamatan Losari&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Losari di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ambulu (Kodepos : 45192)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Astanalanggar (Kodepos : 45192)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Barisan (Kodepos : 45192)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalirahayu (Kodepos : 45192)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalisari (Kodepos : 45192)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Losari Kidul (Kodepos : 45192)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Losari Lor (Kodepos : 45192)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Mulyasari (Kodepos : 45192)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Panggangsari (Kodepos : 45192)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tawangsari (Kodepos : 45192)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Kecamatan Mundu&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Mundu di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bandengan (Kodepos : 45173)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Banjarwangunan (Kodepos : 45173)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Citemu (Kodepos : 45173)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Luwung (Kodepos : 45173)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Mundumesigit (Kodepos : 45173)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Mundupesisir (Kodepos : 45173)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pamengkang (Kodepos : 45173)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Penpen (Kodepos : 45173)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Setupatok (Kodepos : 45173)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sinarrancang (Kodepos : 45173)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Suci (Kodepos : 45173)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Waruduwur (Kodepos : 45173)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Kecamatan Pabedilan&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pabedilan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Babakan Losari (Kodepos : 45193)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Babakan Losari Lor (Kodepos : 45193)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Dukuhwidara (Kodepos : 45193)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalibuntu (Kodepos : 45193)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalimukti (Kodepos : 45193)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pabedilan Kaler (Kodepos : 45193)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pabedilan Kidul (Kodepos : 45193)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pabedilan Kulon (Kodepos : 45193)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pabedilan Wetan (Kodepos : 45193)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pasuruan (Kodepos : 45193)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sidaresmi (Kodepos : 45193)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Silihasih (Kodepos : 45193)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tersana (Kodepos : 45193)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Kecamatan Pabuaran&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pabuaran di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Hulubanteng (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Hulubanteng Lor (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jatirenggang (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pabuaran Kidul (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pabuaran Lor (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pabuaran Wetan (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sukadana (Kodepos : 45188)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Kecamatan Palimanan&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Palimanan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Balerante (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Beberan (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cengkuang (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ciawi (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cilukrak (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kepuh (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Lungbenda (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Palimanan Timur (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Panongan (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pegagan (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Semplo (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tegalkarang (Kodepos : 45161)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Kecamatan Pangenan&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pangenan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Astanamukti (Kodepos : 45182)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bendungan (Kodepos : 45182)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Beringin (Kodepos : 45182)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ender (Kodepos : 45182)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Getrakmoyan (Kodepos : 45182)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Japura Lor (Kodepos : 45182)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pangarengan (Kodepos : 45182)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pangenan (Kodepos : 45182)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Rawaurip (Kodepos : 45182)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Kecamatan Panguragan&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Panguragan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gujeg (Kodepos : 45163)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalianyar (Kodepos : 45163)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karanganyar (Kodepos : 45163)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kroya (Kodepos : 45163)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Lemahtamba (Kodepos : 45163)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Panguragan (Kodepos : 45163)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Panguragan Kulon (Kodepos : 45163)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Panguragan Lor (Kodepos : 45163)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Panguragan Wetan (Kodepos : 45163)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Kecamatan Pasaleman&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pasaleman di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cigobang (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cigobang Wangi (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cilengkrang (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cilengkrang Girang (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pasaleman (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tanjung Anom (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tonjong (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Kecamatan Plered&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Plered di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cangkring (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gamel (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kaliwulu (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Panembahan (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pangkalan (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sarabau (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tegalsari (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Trusmi Kulon (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Trusmi Wetan (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Wotgali (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Kecamatan Plumbon&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Plumbon di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bode Lor (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bodesari (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cempaka (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Danamulya (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gombang (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangasem (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangmulya (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kebarepan (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kedungsana (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Lurah (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Marikangen (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pamijahan (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pasanggrahan (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Plumbon (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Purbawinangun (Kodepos : 45155)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Kecamatan Sedong&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sedong di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangwuni (Kodepos : 45189)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kertawangun (Kodepos : 45189)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Panambangan (Kodepos : 45189)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Panongan (Kodepos : 45189)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Panongan Lor (Kodepos : 45189)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Putat (Kodepos : 45189)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sedong Kidul (Kodepos : 45189)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sedong Lor (Kodepos : 45189)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Winduhaji (Kodepos : 45189)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Windujaya (Kodepos : 45189)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Kecamatan Sumber&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sumber di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gegunung (Kodepos : 45611)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kaliwadas (Kodepos : 45611)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kemantren (Kodepos : 45611)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kenanga (Kodepos : 45611)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Matangaji (Kodepos : 45611)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pasalakan (Kodepos : 45611)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pejambon (Kodepos : 45611)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sendang (Kodepos : 45611)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sidawangi (Kodepos : 45611)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sumber (Kodepos : 45611)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tukmudal (Kodepos : 45611)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Watubelah (Kodepos : 45611)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Babakan (Kodepos : 45612)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Perbutulan (Kodepos : 45613)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Kecamatan Suranenggala&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Suranenggala di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sambeng (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sirnabaya (Kodepos : 45151)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangreja (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Keraton (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Muara (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Purwawinangun (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Surakarta (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Suranenggala (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Suranenggala Kidul (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Suranenggala Kulon (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Suranenggala Lor (Kodepos : 45152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Kecamatan Susukan&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Susukan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bojong Kulon (Kodepos : 45166)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Bunder (Kodepos : 45166)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gintung Lor (Kodepos : 45166)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jatianom (Kodepos : 45166)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Jatipura (Kodepos : 45166)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kedongdong (Kodepos : 45166)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kejiwan (Kodepos : 45166)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Luwung Kencana (Kodepos : 45166)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Susukan (Kodepos : 45166)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tangkil (Kodepos : 45166)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ujunggebang (Kodepos : 45166)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Wiyong (Kodepos : 45166)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Kecamatan Susukan Lebak&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Susukan Lebak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ciawiasih (Kodepos : 45185)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ciawijapura (Kodepos : 45185)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Curug (Kodepos : 45185)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Curug Wetan (Kodepos : 45185)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kaligawe (Kodepos : 45185)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kaligawe Wetan (Kodepos : 45185)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangmanggu (Kodepos : 45185)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Pasawahan (Kodepos : 45185)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sampih (Kodepos : 45185)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Susukan Agung (Kodepos : 45185)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Susukan Lebak (Kodepos : 45185)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Susukan Tonggoh (Kodepos : 45185)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Wilulang (Kodepos : 45185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Kecamatan Talun / Cirebon Selatan&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Talun / Cirebon Selatan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cempaka (Kodepos : 45171)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ciperna (Kodepos : 45171)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cirebongirang (Kodepos : 45171)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kecomberan (Kodepos : 45171)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kepongpongan (Kodepos : 45171)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kerandon (Kodepos : 45171)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kubang (Kodepos : 45171)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sampiran (Kodepos : 45171)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Sarwadadi (Kodepos : 45171)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Wanasaba Kidul (Kodepos : 45171)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Wanasaba Lor (Kodepos : 45171)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Kecamatan Tengah Tani&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tengah Tani di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Astapada (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Battembat (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Dawuan (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gesik (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalibaru (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kalitengah (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kemlakagede (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Palir (Kodepos : 45153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Kecamatan Waled&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Waled di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ambit (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cibogo (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cikulak (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cikulak Kidul (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Cisaat (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Ciuyah (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Gunungsari (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangsari (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Mekarsari (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Waled Asem (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Waled Desa (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Waled Kota (Kodepos : 45187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Kecamatan Weru&lt;br /&gt;Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Weru di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar) :&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Karangsari (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Kertasari (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Megucilik (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Megugede (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Setu Kulon (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Tegalwangi (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Weru Kidul (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Weru Lor (Kodepos : 45154)&lt;br /&gt;- Kelurahan/Desa Setu Wetan (Kodepos : 45651)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://organisasi.org/daftar-nama-kecamatan-kelurahan-desa-kodepos-di-kabupaten-cirebon-jawa-barat-jabar"&gt;Organisasi.org&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-2157400095056859121?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/2157400095056859121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2011/08/kode-pos-kecamatan-di-cirebon.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/2157400095056859121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/2157400095056859121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2011/08/kode-pos-kecamatan-di-cirebon.html' title='Kode Pos Kecamatan Di Cirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-3905110459900882167</id><published>2011-05-28T17:51:00.001+07:00</published><updated>2011-05-30T16:20:51.954+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percetakan Cirebon'/><title type='text'>Percetakan Qibam Jaya Cirebon</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Hubungi : &lt;b&gt;Anthony. &amp;nbsp;HP: 081 320 602 407. Pembuatan kartu undangan, kartu nama, spanduk, stiker, map, buku nota, memo, kalender, brosur, kop surat, buku yasin, sertifikat, dus dan segala macam order cetakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permata Harjamukti Tahap VI&lt;br /&gt;Blok : J4, No. 3&lt;br /&gt;Kelurahan : Kecapi&lt;br /&gt;Kecamatan :Harjamukti&lt;br /&gt;Cirebon - Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-3905110459900882167?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/3905110459900882167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2011/05/percetakan-qibam-jaya-cirebon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/3905110459900882167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/3905110459900882167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2011/05/percetakan-qibam-jaya-cirebon.html' title='Percetakan Qibam Jaya Cirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-2282023285793339969</id><published>2011-04-03T04:51:00.000+07:00</published><updated>2011-04-03T04:51:44.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Cirebon'/><title type='text'>Sejarah Cirebon Versi Klayan</title><content type='html'>&lt;a name="top"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Cirebon-Jill-Gocher/dp/9798162013?ie=UTF8&amp;tag=shzkc-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Cirebon" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=9798162013&amp;tag=shzkc-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=shzkc-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=9798162013" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;The realisation of this Babad Cirebon Versi Klayan is because the help of &lt;a href="http://technorati.com/claim/u97esnaric" rel="me"&gt;Technorati &lt;/a&gt;,&lt;a href="http://www.google.com"&gt;Google&lt;/a&gt;, and &lt;a href="http://www.blogger.com"&gt;Blogger&lt;/a&gt;. There are no words I can say, just thanks..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1979, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Penerbitan Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah menerbitkan naskah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Babad Cirebon&lt;/span&gt; hasil alih aksara yang dilakukan oleh S.Z. Hadisutjipto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Babad cirebon&lt;/span&gt; yang dialih aksarakan oleh Hadisutjipto adalah milik &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Taryadi Tjokrodipuro&lt;/span&gt;--seorang perwira menengah ABRI asal Magelang yang telah menetap di Jalan Klayan 65 Cirebon sejak 1950-an yang kemudian disebut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Naskah Klayan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RINGKASAN CERITA BABAD CIREBON BERDASARKAN NASKAH KLAYAN&lt;br /&gt;(Terdiri dari 43 pupuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh pertama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangdanggula, 13 Bait. Pupuh ini diawali oleh kalimat Bismillahi ya rakhman nirakhim. Pupuh ini menceritakan lolosnya Walangsungsang—putra Prabu Siliwangi—yang berkeinginan mencari agama Nabi Muhammad. Walangsungsang –yang juga putra mahkota Kerajaan Pajajaran—berkeinginan untuk berguru agama Nabi Muhammad. Lalu, ia mengutarakan maksudnya kepada ayahandanya, Prabu Siliwngi. Namun, Prabu Siliwangi melarang bahkan mengusir Walangsungsang dari istana. Pada suatu malam, Walangsungsang melarikan diri meninggalkan istana Pakuan Pajajaran. Ia menuruti panggilan mimpi untuk berguru agama nabi (islam)kepada Syekh Nurjati, seorang pertapa asal Mekah di bukit Amparan Jati cirebon. Dalam perjalanan mencari Syekh Nurjati, Walangsungsang bertemu dengan seorang pendeta Budha bernama Sang Danuwarsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh Kedua &lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Islamic-Traditions-Cirebon-Javanese-Muslims/dp/1920942300?ie=UTF8&amp;tag=shzkc-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="The Islamic Traditions of Cirebon: Ibadat and Adat Among Javanese Muslims" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=1920942300&amp;tag=shzkc-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=shzkc-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=1920942300" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;Kinanti, 24 bait. Pupuh ini menceritakan perjalanan Rarasantang –adik Walangsungsang yang juga berkeinginan untuk mempelajari agama nabi –yang menyusul kakaknya hingga pertemuannya dengan Walangsungsang di Gunung Merapi. Setiap hari, Rarasantang amat bersedih hati ditinggalkan pergi oleh kakaknya. Ia terus menerus menangis. Jerit hatinya tak tertahankan lagi hingga akhirnya ia pun pergi meninggalkan istana Pakuan Pajajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Prabu Siliwangi mengutus Patih Arga untuk mencari sang putri. Ia tidak diperkenankan pulang jika tidak berhasil menemukan Rarasantang. Namun, usaha Patih Arga sia-sia belaka karenanya ia tidak berani pulang. Akhirnya, ia mengambil keputusan mengabdi di negeri Tajimalela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, perjalanan Rarasantang telah sampai ke Gunung Tangkuban-perahu dan bertemu dengan Nyai Ajar Sekati. Rarasantang diberi pakaian sakti oleh Nyai Sekati sehingga ia bisa berjalan dengan cepat. Nyai Sekati memberi petunjuk agar Rarasantang pergi ke gunung Cilawung menemui seorang pertapa. Di gunung Cilawung, oleh ajar Cilawung nama Rarasantang diganti menjadi Nyai Eling dan diramal akan melahirkan seorang anak yang akan menaklukkan seluruh isi bumi dan langit, dikasihi Tuhan, dan menjabat sebagai pimpinan para wali. Selanjutnya, Nyai Eling diberi petunjuk agar meneruskan perjalanan ke Gunung Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita beralih dengan menceritakan Resi Danuwarsi—yang juga dikenal dengan nama Ajar Sasmita—yang tengah mengajar Walangsungsang. Sang Danuwarsi mengganti nama Walangsungsang menjadi Samadullah dan menghadiahi sebuah cincin bernama Ampal yang berkesaktian dapat dimuati segala macam benda. Ketika keduanya tengah asyik berbincang-bincang tiba-tiba datanglah Rarasantang yang serta merta memeluk kakaknya. Di Gunung Merapi, Walangsungsang dinikahkan dengan putri Danuwarsi yang bernama Indang Geulis. Sesuai dengan petunuk Resi Danuwarsi, Samadullah beserta istri dan adiknya meninggalkan Gunung Merapi menuju bukit Ciangkup. Indang Geulis dan Rarasantang “dimasukkan” ke dalam cincin Ampal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh Ketiga &lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Indonesia-CIREBON-UTARA-Mug/dp/B002KBD6R6?ie=UTF8&amp;tag=shzkc-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Indonesia - &amp;#34;CIREBON UTARA&amp;#34; Mug" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=B002KBD6R6&amp;tag=shzkc-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=shzkc-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=B002KBD6R6" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;Asmarandana, 16 bait. Di bukit Ciangkup—tempat bertapa seorang pendeta Budha bernama Sanghyang Naga—Samadullah diberi pusaka berupa sebilah golok bernama golok Cabang yang dapat berbicara seperti manusia dan bisa terbang. Setelah mengganti nama Samadullah menjadi Kyai Sangkan, Sanghyang Naga memberi petunjuk agar Samadullah melanjutkan perjalanan ke Gunung Kumbang menemui seorang pertapa yang bergelar Nagagini yang sudah teramat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nagagini adalah seorang pendeta yang mendapat tugas dewata untuk menjaga beberapa jenis pusaka: kopiah waring, badong bathok (hiasan dada dari tempurung), serta umbul-umbul yang harus diserahkan kepada putera Pajajaran. Atas petunjuk Nagagini, Walangsungsang kemudian berangkat ke Gunung Cangak. Nagagini memberi nama baru bagi Walangsungsang, yakni Karmadullah.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh Keempat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megatru,26 bait. Ketika tiba di Gunung Cangak, Walangsungsang melihat pohon kiara yang setiap cabangnya dihinggapi burung bangau. Walangsungsang bermaksud menangkap salah seekor burung bangau itu, tetapi khawatir semuanya akan terbang jauh. Ia teringat akan pusakanya kopiah waring  yang khasiatnya menyebabkan ia tidak akan terlihat oleh siapapun termasuk jin dan setan. Kopiah Waring segera ia pakai, lalu ia mengambil sebatang bambu untuk membuat bubu yang dipasang disalah satu cabang kiara. Dalam bubu itu diletakkan seekor ikan. Burung-burung bangau tertarik melihat ikan dalam bubu hingga membuat suara berisik dan menarik perhatian raja bangau (Sanghyang Bango) yang segera mendekati “rakyatnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Bango berusaha mengambil ikan dalam bubu, namun ia terjebak masuk ke dalam perangkap dan tak dapat keluar, dan akhirnya ditangkap oleh Walangsungsang. Raja Bango mengajukan permohonan agar tidak disembelih, dan ia menyatakan takluk kepada Walangsunsang serta mengundangnya untuk singgah di istananya guna diberi pusaka.  Di dalam istana, Raja Bango berubah menjadi seorang pemuda tampan dan menyerahkan benda pusaka berupa: periuk besi, piring, serta bareng. Periuk besi dapat dimintai nasi beserta lauk pauknya dalam jumlah yang tidak terbatas, piring dapat mengeluarkan nasi kebuli, sedangkan bareng dapat mengeluarkan 100.000 bala tentara. Sanghyang Bango memberi nama Raden Kuncung kepada Walangsungsang yang kemudian melanjutkan perjalanan ke Gunung Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kelima &lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Indonesia-CIREBON-Set-Mini-Mousepad-Coasters/dp/B0034L8X88?ie=UTF8&amp;tag=shzkc-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Indonesia - &amp;#34;CIREBON&amp;#34; Set of 4 Mini-Mousepad Coasters" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=B0034L8X88&amp;tag=shzkc-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=shzkc-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=B0034L8X88" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;Balakbak, 16 bait. Setibanya di gunung Jati, Walangsungsang menghadap Syekh Nurjati yang juga bernama Syekh Datuk Kafi yang berasal dari Mekah, dan masih keturunan Nabi Muhammad dari Jenal Ngabidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Walangsungsang berguru kepada Syekh Nurjati dan menjadi seorang muslim dengan mengucapkan syahadat. Setelah ilmunya dianggap cukup, Syekh Datuk Kafi menyuruh Walangsungsang untuk mendirikan perkampungan di tepi pantai. Walangsungsang memenuhi perintah gurunya. Ia pun berangkat menuju Kebon Pesisir, berikut istri dan adiknya, yang di "masukkan" ke dalam cincin Ampal. Perkampungan baru yang akan dibukanya  kelak dikenal dengan nama Kebon Pesisir, sedangkan pesantrennya diberi nama Panjunan. Dalam pada itu, Syekh Datuk Kafi memberi gelar kepada Walngsungsang dengan sebutan Ki Cakrabumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keenam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggalang, 13 bait. Selanjutnya, Cakrabumi membuka hutan dengan Golok Cabang. Dengan kesaktian Golok Cabang, hutan lebat telah dibabat dalam waktu singkat. Ketika goloknya bekerja membabat hutan, ohon-pohonan roboh dengan mudah, lalu golok mengeluarkan api dan membakar kayu-kayu hutan sehingga dalam waktu singkat pekerjaan sudah selesai; sementara Walangsungsang tidur mendengkur. Hutan yang dirambah cukup luas sehingga pendatang-pendatang baru tidak perlu bersusah payah membuka hutan. Dalam waktu singkat, pedukuhan baru itu sudah banyak penduduknya, dan mereka menamakan Cakrabuwana dengan sebutan Kuwu Sangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuwu Sangkan sendiri tidak bertani karena pekerjaannya hanyalah menjala ikan dan membuat terasi. Jemuran terasi yang dibuatnya membentang ke selatan hingga Gunung Cangak di tanah Girang. Suatu ketika, ia pulang ke rumahnya yang terletak di Kanoman, ternyata gurunya, Syekh Datuk Kahfi telah berada disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketujuh &lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Indonesia-CIREBON-BARAT-Mini-Mousepad-Coasters/dp/B0034L3D6A?ie=UTF8&amp;tag=shzkc-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Indonesia - &amp;#34;CIREBON BARAT&amp;#34; Set of 4 Mini-Mousepad Coasters" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=B0034L3D6A&amp;tag=shzkc-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=shzkc-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=B0034L3D6A" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 24 bait. Ketika Syekh Datuk Kahfi menemui Walangsungsang di Kebon Pesisir, ia menganjurkan supaya Walangsungsang dan adiknya menunaikan ibadah haji ke Mekah. Walangsungsang mematuhinya. Ia pun berangkat menunaikan ibadah haji bersama adiknya, Rarasantang. Syekh Datuk Kahfi menitipkan sepucuk surat untuk sahabatnya, Syekh Bayan dan disarankan agar Walangsungsan beserta adiknya tinggal di rumah Syekh Bayan selama di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita beralih kepada kisah Raja Uttara, seorang raja Bani Israil yang baru ditinggal mati oleh istrinya. Ia menyuruh patihnya agar mencari seorang wanita yang parasnya serupa benar dengan almarhumah permaisurinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patih Raja Uttara mengembara ke neger Rum, Bustam, Syam, Turki, dan Mesir, namun belum juga menemukan wanita yang diinginkan rajanya. Akhirnya, ia pergi ke Mekah pada saat musim haji. Ia melihat tiga orang berjalan beriring-iringan. Mereka adalah Syekh Bayan, Walangsungsang, dan Rarasantang. Sang Patih mengikuti mereka sampai ke rumahnya. Menurut penglihatannya, Rarasantang mirip sekali dengan almarhumah permaisuri Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patih Raja Uttara meminta Rarasantang utuk menjadi istri Raja Uttara di Bani Israil. Ternyata, ia bersedia menjadi istri raja Uttara dengan mas kawin sebuah sorban peningglan Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kedelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmarandana, 13 bait. Ketika Rarasantang tengah hamil tujuh bulan, ia ditinggalkan suaminya yang bermaksud mengunjungi negeri Rum menengok pamannya, Raja Yutta. Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, baru satu hari Raja Uttara berada di Rum, ia terserang penyakit kolera dan tak tertolong lagi. Raja Uttara sudah pulang ke rahmatullah. Utusan segera dikirim ke Mesir untuk memberi kabar Raja Uttara telah meninggal di rum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kesembilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 15 bait. Pupuh ini menceritakan kesedihan Rarasantang yang ditinggal mati oleh suaminya, serta kisah kembalinya  Walangsungsang ke tanah Jawa. Kesedihan Rarasantang yang sedang hamil tua itu tak terbayangkan lagi mendengar kematian suaminya, apalagi masa kehamilannya telah mencapai usia 12 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di Mekah, Syekh Bayan dan Walangsunsang tengah bercakap-cakap tentang rencana kembalinya ke tanah Jawa. Dalam perbincangan itu, Syekh Bayan berkeinginan untuk turut serta ke pulau Jawa. Walangsungsang yang telah berganti nama menjadi Abdul Iman meminta agar Syekh Bayan bersabar dahulu karena Abdul Iman ingin berkelana mengelilingi daerah Mekah hingga ke desa-desa. Tetapi, ternyata pengembaraan Walangsungsang telah sampai ke Aceh yang saat itu sedang terserang wabah penyakit. Permaisuri aceh meninggal karena terserang wabah penyakit. Ia meninggakan seorang anak perempuan yang belum diberi nama. Demikian pula Sultan Aceh—yang bernama sultan Kut—saat itu juga sedang sakit parah. Syekh Abdul Iman berhasil menyembuhkan Sultan Aceh dan putrinya. Putri Aceh yang masih kecil kemudian diambilnya menjadi anak angkatnya dan dimasukkan ke dalam cincin Ampal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh bayan yang menunggu Abdul Iman di Mekah hampir tiga bulan ternyata belum kembali juga. Ia segera mempersiapkan perahu dan berangkat sendiri dari pelabuhan Julda ( Jeddah ) menuju Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kesepuluh&lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Indonesia-CIREBON-UTARA-Mini-Mousepad-Coasters/dp/B0034L8XEM?ie=UTF8&amp;tag=shzkc-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Indonesia - &amp;#34;CIREBON UTARA&amp;#34; Set of 4 Mini-Mousepad Coasters" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=B0034L8XEM&amp;tag=shzkc-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=shzkc-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=B0034L8XEM" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;Maskumambang, 13 bait. Dengan mengucap bismillah, Syekh Bayan memulai pelayarannya meninggalkan Mekah menuju Cirebon. Sementara itu, Abdul Iman yang kembali ke Mekah setelah melakukan pengembaraan merasa ditipu oleh Syekh Bayan. Dengan kesaktiannya, Abdul Iman segera melesat ke Pulau Jawa. Ia menantikan kedatangan Syekh Bayan di tepi pantai dengan menyamar sebagai pencari ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Bayan tiba di Cirebon, ia disambut oleh seorang pencari ikan. Ia bertanya kepada pencari ikan itu di manakah ia bisa menjumpai syekh Datuk Kahfi. Syekh Abdul Iman yang menyamar sebagai pencari ikan tidak menjawab pertanyaan syekh Bayan, melainkan ia menjelaskan bahwa jika Syekh Bayan ingin menjadi orang yang mulia dan menjadi wali, tunggulah syekh Datuk Kahfi di Gunung Gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kesebelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangdanggula, 12 bait. Abdul Iman melanjutkan perjalanannya mengembara sebagai pencari ikan, sementara Syekh Bayan pergi ke Gunung Gajah. Di tengah perjalanan, Abdul Iman teringat kepada gurunya, lalu ia kembali ke Panjunan untuk menemui gurunya, juga istrinya. Akan tetapi, ternyata gurunya tidak ada, dan yang ada hanyalah sepucuk surat yang ditinggalkan syekh  Datuk Kahfi. Isi surat itu : jika ingin bertemu dengannya, hendaklah menyusul ke Pandanjalmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia hendak pergi lagi mengembara, ia menyerahkan sebuah peti kepada istrinya dengan pesan : “Kelak, jika datang seorang pemuda dari Mekah, dan tinggal di Gunung Jati, serahkanlah peti itu kepadanya. Jika anak yang dalam kandunganmu lahir perempuan, berilah nama Pakungwati. Jika yang lahir laki-laki terserah. Ibu dan anak hendaklah berguru kepada pemuda yang berasal dari Mekah itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Iman pergi ke Pandanjalmi dan bertapa di Sendang, dan menamakan dirinya Ki Gede Selapandan. Ia bertani sambil mengasuh anak angkatnya yang bernama Nyi Wanasaba. Ketika ia pindah ke Lebaksungsang, anaknya berganti nama menjadi Nyi Gandasari dan ketika dukuhnya semakin besar, ia namakan desa Panguragan. Ia percayakan desa itu kepada anaknya, Ratu Emas Gandasari, yang juga terkenal dengan nama Nyi Gede Panguragan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita beralih pada kisah kelahiran Syarif Hidayat. Tersebutlah Rarasantang di Mesir. Ia melahirkan bayi kembar laki-laki: anak pertama diberi nama Syarif Hidayat, sedangkan anak kedua syarif (Ng)aripin. Ketika mereka sudah berumur 14 tahun, mereka rajin mempelajari ilmu agama. Lebih-lebih Syarif Hidayat, segala macam kitab agama ia baca hingga akhirnya ia membaca sebuah kitab rahasia yang tertulis dengan tinta emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduabelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 21 bait. Setelah membaca kitab rahasia yang menjelaskan bahwa lamun sira arep luwi, gegurua ing Mukhamad( jika ingin menjdi manusia istimewa bergurulah kepada Muhammad ), Syarif Hidayat merasa setengah tidak percaya terhadap amanat yang tertera dalam buku itu. Namun, dalam setiap tidurnya, ia selalu bermimpi melihat cahaya yang mengeluarkan suara: e Syarif Hidayat iki, rungunen satutur isun, lamon sira arep mulya, nimbangi keramat Nabi, ulatana sira guguru Mukhamad ( Hai Syarif Hidayat dengarkanlah petunjukku, jika engkau ingin menjadi manusia mulia sehingga dapat mengimbangi keramat nabi, carilah dan bergurulah kepada Muhammad ). Dalam hatinya, ia merasa pedih mengenang nasibnya yang tidak berayah sehingga tidak ada yang dapat menuntun mengkaji ilmu. Meskipun demikian, hatinya teguh hendak menuruti petunjuk kitab dan panggilan mimpi. Ia memohon diri kepada ibunya dan sudah tak dapat dicegah lagi kemauannya. Ia tidak tertarik pada kedudukan sebagai raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat mulai mengembara mencari Nabi Muhammad. Ia berziarah ke patilasan Nabi Musa dan Nabi Ibrahim di Mekah, tetapi belum juga memperoleh petunjuk. Lalu, ia shalat hajat dua rakaat, memuji Tuhan, membaca shalawat nabi, dan mengucapkan taubat. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke gunung Jambini. Di sana, ia bertemu dengan Naga Pratala yang menderita sakit bengkak. Sang Naga minta diobati, dan Syarif Hidayat hanya menjawab : yen lamon isun pinanggi, pasti waras puli kadi du ing kuna ( jika aku benar-benar dapat bertemu dengan Nabi Muhammad pastilah engkau sembuh ). Seketika Naga Pratala menjadi sembuh. Kemudian, ia memberikan sebuah cincin pusaka bernama Marembut yang berkhasiat dapat melihat segala isi bumi dan langit. Oleh Naga Pratala, Syarif Hidayat dianjurkan agar pergi ke pulau Majeti ( Mardada ) menemui pertapa di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Mardada dihuni oleh binatang buas dan berbisa yang sedang menjaga sebuah keranda biduri. Di sebuah cabang kay yang tinggi, Syarif Hidayat melihat ada seorang pemuda bernama Syekh Nataullah sedang bertapa. Pemuda itu menjelaskan bahwa tidak ada harapan untuk menemui orang yang sudah tiada, lebih baik berusaha mendapatkan cincin Mulikat yang berada di tangan Nabi Sulaiman. Ia menjelaskan bahwa barang siapa memiliki cincin Mulikat, ia akan menguasai seisi langit dan bumi, serta dihormati oleh umat manusia. Syarif Hidayat kemudian mengajak Syekh Nataullah bersama-sama mengambil cincin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigabelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanti, 30 bait. Ketika Syarif Hidayat berada di makam Nabi Sulaeman, jenazah Nabi Sulaeman seolah-olah hidup dan memberikan cincin Mulikat kepadanya. Syekh Nataullah mencoba merebut cincin tersebut, tetapi tidak berhasil. Tiba-tiba meledaklah petir dari mulut Nabi Sulaeman sehingga yang sedang mengadu tenaga memperebutkan cincin tersebut terlempar. Syekh Nataullah melesat jatuh di pulau jawa, sedangkan Syarif Hidayat jatuh di Pulau Surandil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dalam pupuh ini diselingi oleh kisah Rarasantang yang merindukan Syarif Hidayat. Sudah sepuluh tahun Rarasantang ditinggal putranya. Ia selalu berdoa agar anaknya mendapat lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tiba-tiba, ia mendengar suara, ujarnya : wondening anakira iku, waruju kang dadi aji, Banisrail kratonira, nama Sultan Dul Sapingi, mung kang dadi lara brangta, amung putranipun Syarip, lamon eman maring siwi, balik angungsiyang Jawa, lamon arep ya pinanggi ( Anakmu yang muda itu akan menjadi raja, keratonnya di Baniisrail, bergelar Abdul Sapingi. Jika engkau benar-benar merindukan anakmu Syarip Hidayat, sebaiknya kembalilah engkau ke Pulau Jawa.) Akhirnya, Rarasantang kembali ke Pulau Jawa menantikan anaknya di Gunung Jati menuruti pesan Syekh Datuk Kahfi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kembali ke Syarif Hidayat yang jatuh di Gunung Surandil. Di sana, ia melihat sebuah kendi berisi air sorga yang sangat harum baunya. Kendi itu mempersilahkan Syarif Hidayat meminumnya. Karena ia hanya menghabiskan setengahnya, kendi itu meramalkan bahwa kesultanan yang kelak akan didirikan olehnya tidak akan langgeng. Meskipun kemudian air kendi itu dihabiskan, namun yang langgeng hanyalah negaranya, bukan raja-rajanya. Setelah berkata demikian, kendi itu pun lenyap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat kemudian bertemu dengan Syekh Kamarullah. Atas anjurannya, Syekh Kamarullah pergi ke Jawa dan menetap di gunung Muriya dengan gelar Syekh Ampeldenta. Dengan demikan, sudah empat orang syekh dari Mekah yang tiba di tanah Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keempatbelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 28 bait. Suatu ketika, Nabi Aliyas ( Ilyas ) menyamar sebagai seorang wanita pembawa roti. Ia menawarkan kepada Syarif Hidayat bahwa rotinya adalah roti sorga, dan barang siapa yang memakan roti itu, ia akan mengerti berbagai macam bahasa Arab, Kures, Asi, Pancingan, Inggris, dan Turki. Nabi Aliyas juga memberi petunjuk bahwa jika hendak mencari Muhammad ikutilah seseorang yang menunggang kuda di angkasa, dialah Nabi Khidir yang dapat memberi petunjuk. Wanita pemberi petunjuk itu hilang seketika dan tiba-tiba di angkasa tampak seorang penunggang kuda. Syarif Hidayat melesat ke angkasa lalu membonceng di ekor kuda. Nabi Khidir—penunggang kuda—menyentakkan kudanya hingga Syarif Hidayat terpelanting dan jatuh di negeri Ajrak di hadapan Abdul Sapari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Sapari memberinya dua butir buah kalam muksan; sebuah dimakan habis oleh Syarif Hidayat dan terasa manis sekali, sementara sebuah lagi disimpan untuk lain waktu. Abdul Sapari menyatakan bahwa tindakan itu menjadi pertanda bahwa kelak akan timbul tantangan-tantangan di saat Syarif Hidayat menjadi sulltan. Tidak demikian halnya jika dua buah itu dihabiskan sekaligus. Akhirnya, buah Kalam Muksan yang sebuah lagi segera dimakan, namun rasanya sangat pahit dan sangat menyakitkan seperti sakitnya orang menghadapi sakratul maut. Ia pingsan seketika. Abdul Sapari segera memanggil patih Sadasatir untuk memasukkan Syarif Hidayat ke bubungan mesjid. Dari situ, Syarif Hidayat mikraj ke langit. Dalam perjalanan mikraj, pertama kali ia sampai di pintu dunia dan melihat orang-orang yang mati sabil serta mukmin yang alim dan kuat beribadat. Di langit kedua, ia bertemu dengan roh-roh wanita yang setia dan patuh pada suami. Di langit ketiga, ia bertemu dengan Nabi Isa yang menghadiahkan nama Syarif  Amanatunggal. Di langit keempat, ia bertemu dengan ribuan malaikat yang dipimpin oleh Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail. Para pemimpin malaikat juga memberinya nama, antara lain, Malaikat Jibril memberi nama Syekh Jabar, Mikail memberi nama Syekh Surya, Israfil memberi nama Syekh Sekar, dan Izrail memberinya nama Syekh Garda Pangisepsari. Di langit kelima, ia bertemu dengan ribuan nabi, antara lain, Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Musa. Mereka juga menghadiahi nama baru bagi Syarif Hidayat. Nabi Adam memberi nama Syekh Kamil, Nabi Ibrahim memberi nama Saripulla, dan Nabi Musa memberi nama Syekh Marut. Selanjutnya, Syarif Hidayat melihat neraka, dinding jalal, dan meniti sirotol mustakim. Akhirnya, ia tiba di langit ketujuh dan melihat cahaya terang benderang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kelimabelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanti, 26 bait. Di langit ketujuh Syarif Hidayat “bertemu” dengan Nabi Muhammad yang sedang tafakur. Nabi Muhammad menjelaskan bahwa ia sudah meninggal. Karena itu, ia tidak boleh mengajar umat manusia. Apalagi karena di dunia sudah ada wakilnya, yakni para fakir, haji, kitab Al qur’an, puji-pujian, dan segala macam ilmu telah lengkap di dunia. Akan tetapi, Syarif Hidayat berkeras tak mau berguru pada aksara. Ia ingin mendengar penjelasan langsung dari Nabi Muhammad, terutama tentang makna asasi kalimat syahadat dan perbedaannya dengan zikir satari. Nabi Muhammad menjawab pertanyaan-pertanyaan Syarif Hidayat dan menganugerahkan jubah akbar. Syarif Hidayat diperintahkan agar pergi ke tanah Jawa, dan berguru kepada Syekh Nurjati di Gunung Jati, serta tetap memelihara dan menjaga syareat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat lalu turun dari langit ketujuh ke puncak Mesjid Sungsang di Ajrak dan kembali ke Gunung Jati. Di sana, ia bertemu dengan bundanya yang sudah menjadi       pertapa wanita bernama Babu Dampul, sedangkan Syekh Nurjati telah pindah ke gua Dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keenambelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 27 bait. Syekh Nurjati berusaha menghindari pertemuan dengan Syarif Hidayat. Ketika tamunya datang, ia meninggalkan sepucuk surat dan meminta agar Syarif Hidayat menyusul ke Gunung Gundul. Ia segera menyusul ke Gunung Gundul, tetapi Syekh Nurjati pergi ke Gunung Jati. Akhirnya, atas petunjuk cincin Marembut, ia mencegatnya di tengah jalan. Keduanya mendiskusikan ilmu agama. Syekh Nurjati memberi nama syarif Hidayat denga nama Pangeran Carbon, dan kelak jika sudah menjadi sultan bergelar Sultan Jatipurba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mengutarakan pesan-pesannya, Syekh Nurjati lenyap dan tidak pernah muncul lagi sebagai Syekh Nurjati melainkan sudah bernama Pangeran Panjunan atau Syekh Siti Jenar, dan bergelar Sunan Sasmita. Dengan perantaraan cincin Marembut, Syarif Hidayat melihat ke mana sebenarnya kepergian Syekh Nurjati. Kemudian, ia menjumpai ibunya di Gunung Jati, dan pergi ke Gunung Muria hendak menemui Syekh Kamarullah yang bergelar Syekh Ampeldenta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Syekh Kamarullah sedang memberi wejangan kepada murid-muridnya agar dengan sungguh-sungguh mencari arti dan makna kalimah syahadat. Pangeran Kendal disuruh bertapa membisu, Pangeran Makdum disuruh tidur di tepi pantai, dan Pangeran Kajoran harus bertapa menentang matahari. Setelah murid-muridnya pergi, datanglah Syarif Hidayat. Lalu, keduanya mendiskusikan ilmu agama. Atas anjuran Syekh Ampeldenta, pergilah Syarif Hidayat ke Gunung Gajah menemui Syekh Bayanullah yang berasal dari Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketujuhbelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarandana, 48 bait. Di Gunung Gajah, Syekh Bayanullah ternyata telah berganti nama menjadi Pajarakan. Tetapi, saat ia menanam jagung, namanya menjadi Syekh Jagung atau Syekh Majagung, atau Ki Dares jika sedang enau. Suatu ketika, Ki Dares tengah bersenandung seraya memahat enau, datanglah Syarif Hidayat. Ki Dares kagum melihat keampuhan kalimah syahadat yang diucapkan oleh Syarif Hidayat yang dapat merontokkan buah pinang dan mengubahnya menjadi emas, dan ia berkeinginan untuk berguru kepadanya. Syarif Hidayat melanjutkan perjalanannya ke Nusakambangan untuk menemui Syekh Nataullaah yang telah bergelar Syekh Damarmaya yang mengamalkan ilmu makdum sarpin; siang malam terus menerus mandi dan tak pernah tidur seolah-olah airlah yang menjadi tumpuan harapan. Syarif Hidayat tiba di sana lalu membaca syadat serta merta air sungai tempat mandi Syekh Nataullah lenyap. Syarif Hidayat menyarankan kepada Syekh Damarmaya apabila ingin mengetahui makna syahadat datanglah ke Cirebon, kelak di waktu para wali berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Syarif Hidayat melanjutkan perjalanannya menemui Pangeran Kendal yang sedang bertapa membisu—siang malam berjalan sepanjang jalan tanpa berkata-kata. Seperti halnya ketika bertemu Syekh Damarmaya, Syarif Hidayat menjelaskan sekelumit ilmu kepada Pangeran Kendal dan menganjurkan supaya pergi ke Cirebon. Giliran selanjutnya mendatangi Pangeran Makdum yang sedang bertapa denga tidur di pantai serta pergi ke Madura menemui Pangeran Kajoran yang sedang bertapa dengan menentang matahari. Semua pertapa yang ditemuinya diundang ke Cirebon. Sebelumnya mereka menemui Syekh Ampel di Gunung Muria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita beralih pada kisah seorang raja di negara Atasangin yang masih beragama Budha. Ia telah mengetahui akan kedatangan Syarif Hidayat. Sebelum tamunya datang, ia beserta negaranya menghilang ke dasar laut. Syarif Hidayat kemudian meneruskan perjalanan dan bertemu dengan putra mahkota Keling sedang melarung jenazah ayahandanya. Atas anjurannya, jenazah Raja Keling kemudian dimandikan dan dikubur. Sesudah itu, ia melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kedelapanbelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangdanggula, 25 bait. Ketika Syarif Hidayat tiba di Mesir, ia diminta oleh adiknya, Syarif Arifin, untuk memangku jabatan sebagai Raja Mesir. Tetapi, ia tidak mau menjadi raja. Ia tetap memilih sebagai ulama. Ia hanya meminta kepada adiknya seorang kemenakannya yang bernama Pulunggana untuk diajak berkelana. Dari Mesir, Syarif Hidayat pergi ke Rum mengunjungi pamannya, Raja Yutta, lalu ke negeri Cina dan mengabdikan dirinya pada raja Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Cina mempunyai seorang putri yang teramat cantik bernama Ratna Gandum yang jath cinta kepada Syarif Hidayat. Ketika Syarif Hidayat hendak pulang ke Pulau Jawa, Ratna Gandum berniat mengikutinya, tetapi dilarang oleh orang tuanya. Meskipun demikian, ia memaksa  dan akhirnya melarikan diri mengikuti Syarif Hidayat. Keduanya selamat sampai di Pulau Jawa dan menetap di Gunung Jati. Sejak saat itu, Gunng Jati semakin ramai sebagai pusat agama islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah Nyi Indang Geulis di Kebon Pesisir. Ia memiliki seorang anak perempuan bernama Pakungwati yang sudah menginjak remaja dan teramat cantik. Berita tentang wali yang berasal dari Mekah yang bermukim di Gunung Jati mengingatkan Indang Geulis akan pesan suaminya. Ia segera bersiap-siap pegi ke Gunung Jati beserta anaknya. Tak lupa pula, ia membawa kendaga yang ditinggalkan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Nyi Indang Geulis tiba di Gunung jati, terlebih dahulu telah datang tamu dari Gunung Muria, yakni Syekh Ampeldenta beserta murid-muridnya. Tujuan utamanya adalah membicarakan penyerangan terhadap negara Majapahit yang masih beragama Budha. Semuanya sepakat dengan rencana itu. Menyusul kemudian Nyi Indang Geulis bersama Nyi Pakungwati.  Ia menyerahkan kendaga kepada Syarif Hidayat yang ternyata isinya sorban dan surat dari uaknya, Walangsungsang. Akhirnya, Syarif Hidayat menikah dengan Pakungwati dan mulailah pembangunan negara ( kota) Cirebon yang dimulai dengan pembangunan alun-alun dan istana yang kemudian terkenal dengan nama istana Pakungwati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh Kesembilanbelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmarandana, 18 bait. Pupuh ini menceritakan kisah Sunan Kalijaga sebagai kisah selingan dalam cerita Sunan Gunung Jati. Sunan Kalijaga adalah anak Dipati Tuban, Suryadiwangsa. Ia adalah anak tunggal yang telah menjadi yatim piatu sejak menjelang masa akil-baligh. Nama kecilnya adalah Nurkamal. Ia bercita-cita ingin menjadi manusia yang terpuji dan mulia. Setiap hari, ia membagi-bagikan sedekah kepada para menteri dan seluruh rakyatnya. Sedekahnya dibagikan tanpa pilih bulu, penjudi, pemadat, pemabuk, da para pelaku perbuatan maksiat, semuanya boleh ikut menghabiskan hartanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, uang dan hartanya sudah habis ketika Nurkamal harus menyelenggarakan selamatan 1.000 hari kematian orang tuanya. Ia memanggil Patih Sutiman dengan maksud menggadaikan negeri Tuban kepada Patih Sutiman seharga 2.000 dinar. Akhirnya, negara dan rumah Kadipaten sudah digadaikan. Itu berarti, ia sudah tidak mempunyai rumah lagi, dan ia berniat untuk bersedekah di pasar. Di pintu gerbang, Nurkamal bertemu dengan kakek-kakek yang mempunyai dongeng berharg yang dapat menuntun manusia menuju kemuliaan. Nurkamal bingung sejenak; jika dongeng dibeli, ia urung sedekah. Jika bersedekah, ia akan kehilangan jalan kemuliaan. Akhirnya, ia memilih jalan kemuliaan. Nurkamal menyetujui untuk membeli dongeng si Kakek seharga 2.000 dinar. Mulailah si Kakek mendongeng yang berintikan empat hal :&lt;br /&gt;Pertama, jangan suka membuka rahasia orang lain; kedua, jangan menolak rezeki; ketiga, jika mengantuk jangan lekas-lekas tidur; dan keempat, jika mendapat istri yang cantik jangan tergesa-gesa menidurinya. Si Kakek juga memberi sebuah baju tambal yang bernama si Gundhil yang berkhasiat dapat berjalan dengan cepat di angkasa dan memberi nama Nurkamal dengan sebutan syarif Durakhman. Lalu, Durakhman pergi ke Kerajaan rawan, dan mengabdi pada Adipati Urawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkur 26 bait,Adipati Urawan sangat sayang kepada Syarif Durakman.Suatu hari, ia di ajak berburu ke hutan,tetapi senjata Sang Adipati Urawan tertinggal di istana. Durakman di suruh mengambil senjatanya. Ketika ia tiba di kadipaten, ia melihat istri adipati sedang bermesraan dengan Raden Turna, anak Patih Judipati. Durakman segera kembali ke hutan dengan membawa tombak Sang Adipati. Istri adipati yang takut rahasianya terbongkar segera menyusul suaminya ke hutan dengan kereta. Lalu, mengadukan  bahwa Durakman telah berlaku tidak senonoh kepada dirinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang, Adipati Urawan menulis sepucuk surat kepada Patih Judipati yang isinya bahwa orang yang membawa surat harus di bunuh. Jika tidak, Patih Judipati sendiri yang di penggal kepalanya. Adipati Urawan menjelaskan pada istrinya –Dewi Srigading--bahwa Durakman akan di bunuh oleh Patih Judipati. Dalam perjalanan, Durakman bertemu dengan Raden Turna. Keduanya berjalan bersama ke kepatihan. Di tengah perjalana, kebetulan ada orang yang melakukan hajatan dan meminta Durakhman untuk mencicipi makanan yng dihidangkan. Durakhman teringat pada dongeng si Kakek bahwa tidak boleh menolak rejeki sehingga ia pun singgah dan ikut berkenduri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raden Turna tidak sabar menunggu kenduri sehingga, secara diam-diam, ia mengambil surat untuk ayahnya. Ia tinggalkan Durakhman dan segera menyampaikan surat tersebut kepada ayahnya. Setelah membaca isi surat, terpaksa Patih Judipati menuruti isi surat itu : kepala anaknya segera ia penggal dan Raden Turna meninggal seketika. Tidak lama kemudian, Durakhman tiba di rumah Patih Judipati yang menyatakan diutus sang Adipati untuk mengambil mayat Raden Turna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adipati Urawan terkejut melihat kedatangan Durakman yang membawa mayatTurna. Durakman lalu menceritakan pengalamannya membeli dongeng seharga 2.000 dinar. Sang Adipati sadar akan apa yang terjadi, dan memberi petunjuk kepada Durakman supaya mengabdi pada seorang raja perempuan di negeri Diriliwungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangdanggendis, 25 bait. Di negeri Diriliwungan, Durakman tersesat ke puri di belakang istana.Di sana, ia melihat banyak kuburan. Kedatangan Durakman diketahui oleh para penjaga. Lalu ia ditangkap dan dihadapkan pada Ratu Diriliwungan. Ia akan dibebaskan  asal bersedia kawin dengan Sang Ratu. Akhirnya, Durakman bersedia menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam hari, ketika akan tidur Durakman teringat kembali akan dongeng si Kakek bahwa istri yang cantik jangan segera ditiduri. Karenanya, cumbu rayu istrinya tidak ia hiraukan bahkan ia pura-pura tidur. Ratu Diriliwungan merasa kesal dan sangat lelah sehingga akhirnya tertidur, sementara Durakman hanya duduk termangu.Tiba-itba dari aurat Ratu Diriliwungan keluar seekor kelabang putih menyerang Durakman namun berhasil ditangkap dan dibanting ke lantai. Seketika, kelabang itu berubah wujud menjadi sebilah keris yang dinamakan keris Kalamunyeng--di kemudian hari, keris ini menjadi pusaka raja-raja Jawa. Keesokan harinya, rakyat Diriliwugan berkumpul denga membawa keranda. Ketika ditanya oleh Durakman, mereka menjawab bahwa setiap orang yang menikah dengan Ratu Diriliwungan, keesokan harinya pasti meninggal. Sementara itu, Ratu Diriliwungan bersumpah setia kepada Durakman, dan ia memilih menceburkan diri ke laut yang kemudian dikenal dengan sebutan Ratu Kidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Durakman melanjutkan perjalanan mencari ilmu ke Ampel. Syekh Ampeldenta yang mengetahui bahwa tamunya merupakan  calon wali penutup tidak berani menerima sembahnya, bahkan mengajar pun ia tidak berani. Ia hanya memberi petunjuk jalan ke arah kesempurnaan. Durakman dianjurkan supaya menjadi perampok di hutan Japura dengan nama Lokajaya dan membunuh setiap orang yang melewati hutan Japura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah Ki Paderesan atau Ki Dares di Gunung Gajah hendak pergi ke Cirebon mencari guru agama Islam bersama-sama istrinya, Nyi Mukena. Suami-istri itu berjalan melewati hutan Japura dan bertemu dengan Lokajaya yang segera menghadangnya. Dalam ketakutannya, suami-istri itu tidak putus-putusnya berdoa memohon ampunan Allah sehingga ketika pedang Lokajaya bertubi-tubi menghantamnya ternyata tidak mempan. Akhirnya, Lokajaya memohon ampun kepada Ki Dares dan meminta brguru kepadanya. Oleh Ki Dares, Lokajaya lalu dikubur hidup-hidup dengan tujuan agar tubuh Lokajaya bersih dari segala dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang hampir bersamaan, di keraton Majapahit, Raja Brawijaya sedang menerima kedatangan dua orang putranya dari Palembang : Raden Patah dan Raden Husen. Raden Husen diangkat menjadi Adipati Terung, sementara Raden Patah dinasehati supaya bersabar dan diharapkan kelak akan menjadi raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh dua  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 9 bait. Raden Patah merasa sakit hati karena ia tidak diangkat menjadi adipati. Ia pun pergi ke Ampel guna menghadap Syekh Ampeldenta untuk berguru kepadanya.&lt;br /&gt;Dalam pada itu, sudah tiga kali Ampel mencoba menyerang Majapahit, tetapi selalu gagal dan banyak korban berjatuhan dihajar oleh Adipati Terung. Karena itu, Syekh Ampel mencari orang yang berani melawa Adipati Terung. Barangsiapa dapat mengalahkan Majapahit, ia akan diangkat menjadi raja. Raden Patah bersedia memimpin pasukan islam untuk menyerang Majapahit. Ia lalu diangkat menjadi Adipati Bintaro, sekaligus menjadi senopati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanti, 14 bait. Cerita kembali ke Ki Dares. Setelah beberapa lama, Ki Dares kembali ke hutan Japura untuk menggali Lokajaya. Ternyata, tubuh Lokajaya seperti mati dan beratnya seringan kapas. Sebenarnya , ia sedang’Mikraj’ menemui roh Nabi ( Muhammad). Ia telah mendapat kesempurnaan dan bergelar Sunan Kali. Ketika Sunan Kali telah sadar, Ki Dares menganjurkan agar Sunan Kali mencari Sunan Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat yang sudah mengetahui kedatangan Sunan Kali menyongsong kedatangan tamunya dengan menyamar sebagai seorang haji. Lalu, dengan berpura-pura hendak menyampaikan sesuatu kepada Syarif Hidayat, ia menemui Sunan Kali yang di suruhnya menunggu di pintu gerbang istana. Setelah meninggalkan tamunya di pintu gerbang, Syarif Hidayat langsung berangkat ke Pajajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh empat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 14 bait. Pupuh ini menceritakan proses pengislaman keraton Pajajaran oleh Sunan Jati. Dicertakan bahwa Prabu Siliwangi masih bersedih hati karena semua putranya meninggalkan istana, bahkan pati yang ditugasi mencarinya pun tidak kembali ke kerajaan. Berkat kesaktiannya, Prabu Siliwangi mengetahui kedatangan cucunya, Sunan Jati. Dalam hatinya, ia merasa malu kalau sampai tunduk kepada cucunya. Dengan kesaktian pusakanya, sebilah Ecis, ia berjalan ke tengah alun-alun dan membaca mantra aji sikir, lalu pusaka Ecis ditancapkan ke tanah. Seketika, negara dan rakyat Pajajaran lenyap yang tertinggal hanyalah sebuah balai. Pusaka Ecis berubah pula menjadi rumput ligundi hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat yang datang kemudian menyebut orang-orang Pajajaran yang bersembunyi di hutan seperti harimau. Seketika itu juga, orang-orang Pajajaran berubah menjadi harimau. Selama rumput ligundi hitam belum di cabut, mereka belum akan menjadi manusia. Lalu, Syarif Hidayat pergi ke Lebaksungsang menemui Cakrabuana yang sedang bertapa sambil bersawah. Cakrabuana diminta pulang ke Cirebon menghadiri pertemuan  para wali. Lalu, ia pergi ke Mengajang menemui Syekh Bentong yang sebenarnya adalah putra  Raja Majapahit bernama Banjaransari yang lebih di kenal dengan nama Jaka Tarub. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh lima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanti, 28 bait. Jaka Tarub telah berhasil membuka hutan Penganjang, dan menikah dengan seorang bidadari. Putrinya, Nawangsari, juga sudah menikah dengan putra Majapahit, Raden Bondan, yang ikut mengerjakan ladangnya. Jaka Tarub alias Ki Bentong ingin sekali menjadi wali. Ia bertapa memati raga. Pada suatu saat, ketika tengah berbuka dari tapanya, Syarif Hidayat datang menjumpainya. Ucapan salam dari Syarif Hidayat tidak dihiraukan karena asyiknya berbuka. Tiba-tiba, Syarif Hidayat memetik selembar daun api-api, lalu membaca syahadat, seketika terciptalah seekor bebek yang kemudian merebut makanan Syekh Bentong hingga habis. Saking marahnya, bebek itu dipukul dan dibanting hingga mati oleh Syekh Bentong. Syarif Hidayat meminta agar bebeknya dihidupkan kembali, tetapi Syekh Bentong tidak mampu melakukannya.Dengan membaca syahadat, Syarif Hidayat dapat menghidupkan kembali bebeknya. Akhirnya, Syekh Bentong sadar bahwa kalimat syahadat itulah yang ia cari. Lalu, ia menyatakan ingin berguru kepadanya, tetapi oleh Syarif Hidayat hanya dianjurkan supaya pergi ke Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kembali kepada Durakhman yang tengah menunggu panggilan Sunan Jati. Sudah sembilan bulan ia menanti di pintu gerbang tanpa tidur sekejappun. Jika merasa lelah duduk, ia berdiri membungkukkan badan. Jika merasa lelah berdiri, ia pun duduk bersandar di gerbang. Itulah sebabnya di depan istana Cirebon terdapat sebuah tempat yang dinamakan Lemahwungkuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat yang kemudian datang menemuinya menyatakan tidak mau mengajar di sembarang tempat karena pelajaran akan diberikan di tepi sebuah sungai, dan Durakhman harus membawa 100 buah kemiri untuk menghitung ilmu. Lalu, Durakhman berangkat ke tepi sungai. Beberapa waktu lamanya ia menunggu, Syarif Hidayat belum juga datang. Karena lamanya menunggu di sungai, Durakhman memanjat pohon itu. Belum sampai setengah batang, kemirinya berjatuhan ke sungai. Ia berusaha menyelam ke dalam air, tetapi kemiri tak ditemukannya. Ketika tengah meraba-raba buah kemiri, tiba-tiba datang air bah, dan Durakhman hanyut terbawa air hingga ke laut dan tenggelam ke dasarnya. Di dasar laut, ia melihat sebuah pulau yang cemerlang dengan hiasan aneka warna yang dikenal dengan nama Pulau Hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh enam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balakbak, 22 bait. Di Pulau Hening, Durakhman bertemu dengan Nabi Kilir (Nabi Khidir) yang menasehatinya agar bertapa di Gunung Dieng. Nabi Kilir memberi bekal sebuah pisau. Ketika Durakhman tengah bertapa, tangannya mencoret-coret tanah membuat gambar-gambar yang tersusun menjadi sebuah cerita wayang. Gambar-gambar wayang di tanah itu ternyata lepas menjadi wayang-wayang yang dapat melakonkan segala macam cerita. Setelah wayang-wayang tersebut lengkap, tiba-tiba ada cahaya gemerlapan. Pisau di tangan Durakhman seketika lenyap dan sebagai gantinya tampak seorang pertapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, pertapa itu adalah seorang raja zaman Budha bernama Konteya Darmakusuma atau Judhistira. Waktu itu, ia belum bernama Samiaji. Dialah yang dulu memiliki azimat Kalimasada. Judhistira menceritakan seluruh cerita wayang kepada Durakhman. Terakhir, ia menyerahkan Surat Kalimasada yang selama dipegangnya belum pernah ia baca karena tidak dapat membaca apa yang tertulis didalamnya. Durakhman kemudian membaca Surat Kalimasada diikuti oleh Konteya Darmakusuma. Sejak saat itu, Judhistira bernama Samiaji karena sama-sama mengkaji Surat Kalimasada dengan Durakhman. Dengan nama Samiaji, berarti pula ia menjadi pemeluk agama islam. Lalu, Durakhman meminta agar Samiaji pergi bersama ke Gunung Jati. Samiaji belum bersedia, tetapi ia berjanji suatu saat akan datang ke Cirebon apabila Gunung Jati memancarkan sembilan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh tujuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durma, 33 bait. Cerita kembali ke keraton Majapahit. Ketika itu, Raja Brawijaya mengutus Adipati Terung untuk memanggil Raden Patah ke Majapahit karena Brawijaya berniat menyerahkan tahta kepadanya. Adipati Terung berusaha mencari Raden Patah sampai ke bonang, tetapi Raden Patah tidak mau pergi ke Majapahit sebelum rajanya masuk islam. Adipati Terung terus memaksa, sementara Raden Patah tetap bertahan. Akhirnya, tidak ada jalan lain kecuali mempersiapkan pasukan untuk berperang. Para Bupati Tuban, Tegal, Waleri, Lumajang, dan Japan yang diharapkan membantu Majapahit ternyata tidak ada yang bersedia. Semuanya berpihak kepada para wali. Tinggal Adipati Terung seorang yang memimpin tentara Majapahit. Meskipun demikian, dalam peperangan yang berlangsung, pasukan Bonang tidak mampu melawan pasukan Majapahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh delapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkur, 11 bait. Adipati Terung—dengan menggenggam keris pusaka si Gagak—maju ke medan perang. Tak seorangpun tentara Bonang yang berani melawan Adipati Terung. Demikian pula Raden Patah, ia pun kalah dan terlempar ke Gunung Kumbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh sembilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangdanggula, 17 bait. Raden Patah yang terlempar ke Gunung Kumbang bertapa disana tujuh bulan lamanya. Kemudian, ia mendapat petunjuk Tuhan bahwa untuk mengalahkan Adipati Terung ia harus berguru kepada Sunan Jatipurba di Cirebon sebagai Puseurbumi. Ia pun segera berangkat menuju ke sana. Di Losari, ia bertemu dengan seorang tua yang memberinya sebuah panah bernama si Hantu. Orang tua itu tidak lain adalah Sunan Jati. Dalam peperangan yang berlangsung kemudian, Raden Patah berhasil membunuh adiknya sendiri, Adipati Terung dengan panah Hantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 22 bait. Meskipun panglima perangnya telah gugur, raja dan para pembesar Majapahit tetap tidak mau memeluk agama islam. Panembahan Paluamba membaca aji sikir yang berakibat raja serta para pembesar Majapahit menghilang ke dunia siluman, dan berkumpul di Tunjungbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kembali pada kisah para wali yang tengah berkumpul di Bonang mereka sepakat untuk menemui Syarif Hidayat di cirebon. Disana, Raden Patah diresmikan menjadi raja di Bintaro, dan dinikahkan dengan kemenakan sunan Jati yang berasa dari Mesir, Nyi Mas Ratu Pulunggana. Setelah pertemuan tersebut, para wali seluruhnya kembali ke Demak untuk merayakan penobatan dan pernikahan Raden Patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, durakhman yang telah menyelesaikan tapanya di Gunung Dieng langsung pergi ke Cirebon. Segala sesuatu yang diperolehnya di Dieng ia bawa. Setibanya di istana, ternyata baru saja para wali meninggalkan cirebon menuju Demak. Tetapi, baru saja ia beranjak pergi, terdengar suara mempersilahkan duduk yang keluar dari meja dan kursi, tanpa seorangpun. Tak lama kemudian, keluar teko serta cangkir mempersilahkan minum. Agak bingung juga Durakhman menyaksikan semua itu. Akhirnya, ia duduk saja menunggu disana selama sembilan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmaranda, 19 bait. Pupuh ini menceritakan pertemuan para wali di Cirebon. Ketika Sunan Gunung Jati baru kembali dari Mekah, ia membawa batu Mukadas dan peta kota Mekah untuk dijadikan contoh pembuatan masjid agung. Bersamaan dengan itu, para wali pun berdatangan ke Cirebon. Ketika melihat Syarif Hidayat, Pangeran Tuban bermaksud menyembahnya, tetapi Syarif Hidayat justru segera memeluk Durakhman. Pangeran tuban alias Durakhman, lalu menyerahkan Surat Kalimusada yang ternyata bunyinya sama dengan Kalimat Syahadat. Selain itu, diserahkan pula sebuah kitab kepada Sunan Jati yang di dalamnya tidak terlihat adanya tulisan, bahkan para wali pun tidak ada yang dapat melihat selain Pangeran Tuban. Kitab tersebut ternyata berisi ketentuan pangkat dan sebutan para wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kitab tersebut, Syarif Hidayat bergelar Kanjeng Sinuhun Cirebon; Syekh Giri Gajah bergelar Sultan Giri Gajah; Syekh Kamarullah bergelar Kanjeng Sunan Bonang; Ki Cakrabuana bergelar Sunan Jelang, Syekh Bentong bergelar Suhunan Bentong; Syekh Nusakambangan bergelar Sunan Kudus; Pangeran Kendal bergelar Pangeran Karangkendal atau Sunan Kedaton; Pangeran Panjunan bergelar Sunan Sasmita; Pangeran Kajoran bergelar Sunan Kejamus atau Pangeran Kejaksan; dan wali penutup Suhunan Kalijaga bergelar Suhunan Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, para wali membuat singgasana kerajaan dan masing-masing mengeluarkan ilmunya berupa cahaya sehingga berpencaran sembilan macam cahaya yang memancar sampai ke gunung Dieng—mengingatkan pada janji Samiaji yang akan segera datang ke Cirebon bila ada sembilan cahaya bersinar. Ternyata, Samiaji tidak bersedia menerima sembah para wali. Tak lama kemudian, ia meninggal dan dikebumikan di Jatimulya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 18 bait. Seorang murid syarif Hidayat bernama Ki Gedeng Palumbon sudah tiga tahun belajar agama islam, namun merasa bosan karena berulang kali ia hanya hanya disuruh menghafal kalimat syahadat. Akhirnya, ia mengundurkan diri karena kecewa terhadap pelajaran yang diterimanya. Ia pun kembali ke kampung halamannya. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Ki Gedeng Kemuning yang hendak berguru kepada Sunan Jati. Ki Gedeng Palumbon berusaha mempengaruhi Ki Gedeng Kemuning karena menurutnya untuk apa berguru kepada Sunan Jati yang diajarkannya hanya syahadat, azan, komat, dan takbir. Akan tetapi, Ki Gedeng Kemuning tidak terpengarh oleh bujuk rayunya, dan ia tetap hendak berguru kepada Sunan Jati. Oleh Sunan Jati, Ki Gedeng Kemuning bersama Ki Gedeng Pamijahan, Ki Jopak, Ki Kaliwedhi, Ki Gedeng Babadan, Ki Bungko, Ki Judi, Ki Gebang, Ki Gedeng Mundu, Kiyai Wanasaba, dan Ki Kalijati diajarkan berbagai macam ilmu, antara lain, syahadat, salat, zakat, puasa, dan berbagai jenis tarekat, seperti Satariyyah, Naksabandiyah, serta Muhammadiyah. Selesai berguru, Ki Gedeng pulang ke Kuningan, dan tak lama kemdian, ia meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah Ki gedeng Kemunig membengkak besar sekali. Kebetulan, Ki gedeng Palumbon juga melayat. Mayat yang membesar itu, menurut Ki Gedeng Palumbon, disebabkan oleh ilmu yang diajarkan Sunan Jati. Bersamaan dengan itu, datanglah seorang murid Sunan Jati yang berasal dari Gebang bernama Kamil. Kedatangannya berniat memandikan mayat. Mula-mula, mayat Ki Gedeng Kemuning menjadi semakin besar dan mengeluarkan bau busuk. Lalu, mengecil dan berganti menyebarkan bau harum. Melihat keadaan itu, Ki Gedeng Palumbon terkejut dan kagum. Ia pun kembali ke Cirebon dan ingin berguru lagi kepada Sunan Jati. Oleh Sunan Jati, ia disuruh bertapa di Gunung Cigugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanti, 38 bait. Pupuh ini menceritakankisah sayembara memperebutkan Putri Panguragan. Nyi Panguragan atau Ratu Emas Gandasari mengadakan sayembara : Barang siapa yang mampu mengalahkan dirinya, jika ia laki-laki, dialah yang akan menjadi suaminya. Melalui sayembara itu, banyak orang yang ingin tampil untuk mencoba kesaktiannya guna mengalahkan Gandasari. Tetapi, tak seorangpun yang dapat mengalahkannya hingga datanglah seorang satria dari negeri Syam bernama Pangeran Magelung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamai Pangeran Magelung karena rambutnya digelung karena sejak kecil hingga dewasa tidak ada pisau cukur yang mempan untuk memotong rambutnya. Ia pergi ke Cirebon untuk menemui sunan Jati. Setibanya di Karanggetas, ia bertemu dengan seorang kakek-kakek yang mampu memotong rambutnya hanya dengan jari tangan. Ketika Magelung menoleh, kakek yang menggunting rambutnya sudah tidak ada. Lalu, Magelung meneruskan perjalanan hingga sampai di tempat sayembara dan memasuki arena pertandingan. Dalam pertandingan ini, Ratu Emas Gandasari ternyata dapat dikalahkan oleh Pangeran Magelung. Ketika hampir tertangkap, gandasari berlindung pada Sunan Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh empat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangdanggula, 14 bait. Akhirnya, Pangeran Magelung dijodohkan dengan Ratu Emas Gandasari. Namun, mereka berjanji tidak akan berkumpul selagi masih di dunia, kecuali kelak di akhir zaman. Menurut kitab Babul, kediaman Ratu Emas Gandasari tidak hanya satu. Kadang-kadang, ia berada di Pulau Kuntul (Bangau). Sekarang, pulau bangau itu bernama pulau Kencana atau pulau Karas atau di bangsal Karangsuwung. Jika ke barat, ia tinggal di Ujungsori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu, para wali—Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Giri, dan Sunan Kudus—sering berkumpul untuk membicarakan syareat Rasul, usul fikh, serta kitab Fakulwahab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh lima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggalang, 17 bait. Pupuh ini menceritakan persiapan Kerajaan Galuh yang berniat menyerang Keraton Cirebon. Pada suatu hari, Raja Galuh mengumpulkan para ponggawanya, antara lain, Sanghyang Gempol, Sanghyag Sutem, Celengigel, &lt;br /&gt;Dalem Ciomas, dan Dalem Kiban guna membicarakan negara Cirebon di bawah pimpinan Sunan Jati. Pertemuan tersebut mengambil keputusan, yakni meminta pajak terasi. Para senapati galuh telah mempersiapka diri, antara lain, Sanghyang Gempol, Sanghyang Sutem, Dalem Kiban, Dalem Ciamis, Dalem Ciomas, Suradipa, dan Kyai Limunding. Setelah persiapan selesai, pasukan Galuh segera berangkat menuju Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh enam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 8 bait. Dalam perjalanan menuju Cirebon, pasukan Galuh mengadakan perkemahan di perjalanan. Sementara itu, Pangeran Arya Kemuning anak Ki Gedeng Kemuning sangat rindu pada Sunan Jati dan bersiap-siap hendak menghadap ke Cirebon diiringi oleh Patih Waruangga dan Anggasura, serta para mantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupu ketigapuluh tujuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangdanggula, 15 bait. Barisan pasukan dari kuningan yang berjalan ke arah barat bertemu dengan pasukan Galuh. Bersamaan dengan itu, Raden Patah juga pergi ke Cirebon—saat para wali masih berkumpul untuk membangun masjid dan mendiskusikan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh delapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmaranda, 13 bait. Kedatangan Sultan Demak di Cirebon bermaksud membicarakan perkawinan putrinya Pulungnyawa dengan putra Sunan Jati. Perkawinan akan segera dilangsungkan di Demak. Ketika para wali bersiap-siap hendak berangkat ke Demak, datanglah Arya Kuningan yang mengabarkan adanya pasukan Galuh yang akan menyerang Cirebon. Namun, para wali tetap berangkat ke Demak, sementara musuh dari Galuh diserahkan kepada Arya Kemuning yang segera mengatur barisannya di Gunug Gundul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh sembilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durma, 24 bait. Utusan Arya Kemuning, Ki Anggarunting, ditugasi menyelidiki kekuatan pasukan Galuh. Ia pergi bersama Ki Anggawaru. Tak lama kemudian, Ki Anggarunting bertemu dengan Dipasara dan Kyai Limunding dari pihak Galuh. Dalam pertempuran pertama, pasukan Kuningan terdesak. Arya Kemuning maju membantu yang membuat barisan Palimanan berantakan. Barisan pasukan Ciamis pun diterjang oleh kuda tunggang Arya Kemuning yang bernama Wisnu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keempat puluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmarandana, 10 bait. Pasukan Galuh yang dipimpin oleh senapati Dipati Kiban yang mengendarai seekor gajah terus melakukan serangan. Serangan Dipati Kiban ini dihadapi oleh Dalem Kuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kempatpuluh satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkur, 27 bait. Perang tanding antara Arya Kemuning yang mengendarai kuda Wisnu melawan dipati Kiban yang mengendarai gajah berlangsung seimbang dan lama sekali. Meskipun sudah berlangsung lama, namun belum ada tanda-tanda siapa yang akan kalah. Demikian asyiknya mereka berlaga, dorong mendorong hingga ke ujungtuwa di tepi pantai. Tak ayal lagi, dua-duanya tercebur ke laut dan lenyap dari pandangan mata. Melihat senapatinya lenyap, kedua belah pihak mengundurkan diri dan melapor kepada rajanya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keempatpuluh dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 18 bait. Kuwu Sangkan alias Cakrabuwana memohohon izin kepada Sunan Jati untuk membantu pasukan Kuningan ke medan perang. Tetapi, Sunan Jati tidak menyetujuinya. Ki Kuwu Sangkan tetap memaksakan diri, dan ia pun berangkat ke medan perang. Ki Kuwu Sangkan seperti orang linglung. Ia pun tersesat ke gunung Panawarjati, dan akhirnya tafakur disana. Kemudian, sepeninggal Kyai Sangkan datanglah Anggasura yang melaporkan keadaan peperangan kepada Sunan Jati hingga hilangnya Arya Kemuning bersama Dalem Kiban. Munurut Sunan Jati, keduanya masih tetap bertempur di lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pihak Cirebon menyusun bala bantuan dan segera diberangkatkan ke medan perang d bawah pimpinan Patih Keling. Dalam pertempuran lanjutan, pasukan Cirebon beserta para Manggalayuda terdesak hebat oleh pasukan Galuh. Kesaktian para pemimpin pasukan Galuh tak terlawan oleh para panglima pasukan Carbon. Pada waktu itu, prajurit sudah tidak ikut bertempur. Mereka hanya disuruh bersorak-sorai memberi semangat kepada para pimpinannya  yang sedang melakukan perang tanding. Tetapi, karena pimpinannya terdesak, mereka pun lari mengundurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keempatpuluh tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkur, 10 bait. Pada saat pasukan Cirebon terdesak mundur, Ki Kuwu Sangkan masih tetap bertafakur di gunung Panawarjati. Ia menyesal karena telah mendahului kehendak kemenakannya, Sunan Jati. Tiba-tiba, ia mendengar suara yang berasal dari sebatang pohon randu yang isinya menyatakan bahwa ia telah dimaafkan oleh kemenakannya dan diminta segera membantu pasukan Cirebon yang sedang terdesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cakrabuwana alias Ki Kuwu Sangkan langsung menuju medan pertempuran. Ia mendengar suara di angkasa yang menantang Sunan Jati. Itulah suara Sanghyang Gempol, salah seorang sakti dari Galuh yang mengendarai kuda terbang. Cakrabuwana teringat akan segala jenis pusakanya seperti badhong, bareng, kopiah, umbul-umbul, dan golok Cabang segera melesat ke udara mengejar Sanghyang Gempol. Ke arah mana pun Sanghyang Gempol pergi dan bersembunyi, golok selalu membuntuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="white" href="#top"&gt;Back to top|Kembali ke atas&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-2282023285793339969?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/2282023285793339969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/07/babadcirebonversiklayan.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/2282023285793339969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/2282023285793339969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/07/babadcirebonversiklayan.html' title='Sejarah Cirebon Versi Klayan'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-8854596955867774312</id><published>2011-02-05T12:51:00.000+07:00</published><updated>2011-02-05T12:51:23.712+07:00</updated><title type='text'>Rumah Kost Ega Klayan Cirebon</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Jln. Sunan Gunung Jati, Belakang Masjid Al Hidayah Klayan, Gang. Jagasatru, No. 58A. Depan Pertamina Klayan, Tower TVRI. Cirebon. HP : 08522 4494 669.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta Lokasi Google Map Rumah Kost Ega Klayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="350" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://maps.google.co.id/maps/ms?ie=UTF8&amp;amp;hl=id&amp;amp;msa=0&amp;amp;msid=208437071478291586010.00049b825b0c0093944a0&amp;amp;ll=-6.693909,108.551391&amp;amp;spn=44.985036,78.222656&amp;amp;t=h&amp;amp;output=embed" width="400"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;Lihat &lt;a href="http://maps.google.co.id/maps/ms?ie=UTF8&amp;amp;hl=id&amp;amp;msa=0&amp;amp;msid=208437071478291586010.00049b825b0c0093944a0&amp;amp;ll=-6.693909,108.551391&amp;amp;spn=44.985036,78.222656&amp;amp;t=h&amp;amp;source=embed" style="color: blue; text-align: left;"&gt;Rumah Kost Ega Klayan Cirebon&lt;/a&gt; di peta yang lebih besar&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-8854596955867774312?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://majelispuasadaud.blogspot.com' title='Rumah Kost Ega Klayan Cirebon'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/8854596955867774312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2011/02/rumah-kost-ega-klayan-cirebon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8854596955867774312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8854596955867774312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2011/02/rumah-kost-ega-klayan-cirebon.html' title='Rumah Kost Ega Klayan Cirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-8238469338675103710</id><published>2010-12-13T14:34:00.001+07:00</published><updated>2011-12-07T18:15:04.569+07:00</updated><title type='text'>Majelis Puasa Daud Cirebon</title><content type='html'>Jalan Sunan Gunung Jati, Gang Jagasatru belakang Masjid Al Hidayah Klayan, No 58 A. Cirebon. Referensi Puasa Nabi Daud Cirebon :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://majelispuasadaud.blogspot.com"&gt;Majelis Puasa Daud&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saumdawud.net"&gt;Saum Dawud&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="cse-search-results"&gt;&lt;/div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;  var googleSearchIframeName = "cse-search-results";  var googleSearchFormName = "cse-search-box";  var googleSearchFrameWidth = 795;  var googleSearchDomain = "www.google.com";  var googleSearchPath = "/cse";&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.google.com/afsonline/show_afs_search.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-8238469338675103710?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/8238469338675103710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2010/12/majelis-puasa-daud-cirebon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8238469338675103710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8238469338675103710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2010/12/majelis-puasa-daud-cirebon.html' title='Majelis Puasa Daud Cirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-8470266842197950598</id><published>2010-07-13T18:05:00.000+07:00</published><updated>2010-07-13T18:05:42.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Toko Online'/><title type='text'>Toko Online Laptop Notebook Cirebon</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://astore.amazon.com/cirebonlaptopnotebook-20" width="90%" height="850" frameborder="0" scrolling="no"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-8470266842197950598?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/8470266842197950598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2010/07/toko-online-laptop-notebook-cirebon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8470266842197950598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8470266842197950598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2010/07/toko-online-laptop-notebook-cirebon.html' title='Toko Online Laptop Notebook Cirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-8475932662786506238</id><published>2010-06-06T18:31:00.007+07:00</published><updated>2011-12-25T17:28:34.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beca Desa Klayan Cirebon'/><title type='text'>Pusat Produksi Beca Cirebon</title><content type='html'>Peminat beca kecil hubungi &lt;b&gt;085224494669&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;Wilayah sentral tempat pembuatan atau perakitan beca Cirebon terdapat di Desa Klayan belakang Masjid Al-Hidayah, Gang Jagasatru. Di wilayah ini terdapat para pembuat beca yang sudah terkenal diantaranya adalah Jamhur, Sanaji, H. Samudi, H. Kadmiri, dll.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-GgKtqO4ZGxQ/TiUKXr5fFOI/AAAAAAAAAYY/dJqXT9YRlFg/s1600/beca%2Bcirebon%2Bkecil.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-GgKtqO4ZGxQ/TiUKXr5fFOI/AAAAAAAAAYY/dJqXT9YRlFg/s200/beca%2Bcirebon%2Bkecil.gif" width="197" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hsGbdUgLI-4/TiUL4sGEZyI/AAAAAAAAAYg/THUWn4Vtyko/s1600/beca%2Bcirebon%2Bkecil1.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://2.bp.blogspot.com/-hsGbdUgLI-4/TiUL4sGEZyI/AAAAAAAAAYg/THUWn4Vtyko/s200/beca%2Bcirebon%2Bkecil1.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZeIoMbEt0tU/TiUMK-eC44I/AAAAAAAAAYo/UAfwIBA55wA/s1600/beca%2Bcirebon%2Bkecil2.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZeIoMbEt0tU/TiUMK-eC44I/AAAAAAAAAYo/UAfwIBA55wA/s200/beca%2Bcirebon%2Bkecil2.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-i5OjS52fFcM/TiUOE82HqLI/AAAAAAAAAYw/5u-lQSsx0TI/s1600/beca%2Bcirebon%2Bkecil3.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://2.bp.blogspot.com/-i5OjS52fFcM/TiUOE82HqLI/AAAAAAAAAYw/5u-lQSsx0TI/s200/beca%2Bcirebon%2Bkecil3.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5UeXWbukrPo/TiUOP1frA7I/AAAAAAAAAY4/YOBKbh9lwgU/s1600/beca%2Bcirebon%2Bkecil4.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-5UeXWbukrPo/TiUOP1frA7I/AAAAAAAAAY4/YOBKbh9lwgU/s200/beca%2Bcirebon%2Bkecil4.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="350" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;amp;hl=id&amp;amp;t=h&amp;amp;source=embed&amp;amp;msa=0&amp;amp;ll=-6.693909,108.551391&amp;amp;spn=23.875,57.630033&amp;amp;msid=105908834876221306982.0004885a92d78fd80d9a4&amp;amp;output=embed" width="425"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;Lihat &lt;a href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;amp;hl=id&amp;amp;t=h&amp;amp;source=embed&amp;amp;msa=0&amp;amp;ll=-6.693909,108.551391&amp;amp;spn=23.875,57.630033&amp;amp;msid=105908834876221306982.0004885a92d78fd80d9a4" style="color: blue; text-align: left;"&gt;Pusat Produksi Beca Cirebon&lt;/a&gt; di peta yang lebih besar&lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-8475932662786506238?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/8475932662786506238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2010/06/pusat-produksi-beca-cirebon.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8475932662786506238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8475932662786506238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2010/06/pusat-produksi-beca-cirebon.html' title='Pusat Produksi Beca Cirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-GgKtqO4ZGxQ/TiUKXr5fFOI/AAAAAAAAAYY/dJqXT9YRlFg/s72-c/beca%2Bcirebon%2Bkecil.gif' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-8097205956739265165</id><published>2010-02-28T14:38:00.003+07:00</published><updated>2010-02-28T14:42:52.098+07:00</updated><title type='text'>Rumah Usman Peternak Sapi Jatimerta Cirebon</title><content type='html'>&lt;iframe width="425" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;amp;hl=id&amp;amp;t=h&amp;amp;source=embed&amp;amp;msa=0&amp;amp;ll=-6.693909,108.551391&amp;amp;spn=23.875,57.630033&amp;amp;msid=105908834876221306982.000480a3b16140c4f487a&amp;amp;output=embed"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;Lihat &lt;a href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;amp;hl=id&amp;amp;t=h&amp;amp;source=embed&amp;amp;msa=0&amp;amp;ll=-6.693909,108.551391&amp;amp;spn=23.875,57.630033&amp;amp;msid=105908834876221306982.000480a3b16140c4f487a" style="color:#0000FF;text-align:left"&gt;Peternakan Sapi Jatimerta Cirebon&lt;/a&gt; di peta yang lebih besar&lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-8097205956739265165?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/8097205956739265165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2010/02/rumah-usman-peternak-sapi-jatimerta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8097205956739265165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8097205956739265165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2010/02/rumah-usman-peternak-sapi-jatimerta.html' title='Rumah Usman Peternak Sapi Jatimerta Cirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-6892859693159403232</id><published>2010-02-14T22:23:00.003+07:00</published><updated>2010-02-15T22:57:23.697+07:00</updated><title type='text'>Peta Google Desa Klayan Gunung Jati Cirebon</title><content type='html'>&lt;a class="preview" height="100" href="http://lh4.ggpht.com/_8XO0R7uY_QI/S3RrLpxBDQI/AAAAAAAAAo8/3sWPzHEczLk/mbasarisop.jpg" title="Ingat Cirebon, Ingat Sop Mba Sari" width="250"&gt;&lt;img alt="gallery thumbnail" height="50" src="http://lh4.ggpht.com/_8XO0R7uY_QI/S3RvkBKzpvI/AAAAAAAAApA/TMH55Qh6gDY/Mbasari4030.jpg" width="50" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="425" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;amp;hl=id&amp;amp;output=embed&amp;amp;msa=0&amp;amp;ll=-6.693909,108.551391&amp;amp;spn=23.875,57.630033&amp;amp;t=h&amp;amp;msid=105908834876221306982.00047f903b72baeb046e8"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;Lihat &lt;a href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;amp;hl=id&amp;amp;msa=0&amp;amp;ll=-6.693909,108.551391&amp;amp;spn=23.875,57.630033&amp;amp;t=h&amp;amp;msid=105908834876221306982.00047f903b72baeb046e8&amp;amp;source=embed" style="color:#0000FF;text-align:left"&gt;Prophet Daud Fasting Center&lt;/a&gt; di peta yang lebih besar&lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-6892859693159403232?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/6892859693159403232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2010/02/peta-google-desa-klayan-gunung-jati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/6892859693159403232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/6892859693159403232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2010/02/peta-google-desa-klayan-gunung-jati.html' title='Peta Google Desa Klayan Gunung Jati Cirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_8XO0R7uY_QI/S3RvkBKzpvI/AAAAAAAAApA/TMH55Qh6gDY/s72-c/Mbasari4030.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-1499412772585687834</id><published>2009-12-29T23:05:00.003+07:00</published><updated>2010-01-26T02:27:19.593+07:00</updated><title type='text'>Sulap Api Si Bo'am Cirebon</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/S13wc0NUQAI/AAAAAAAAAmA/1s5_S5Of9EE/s1600-h/sopmbasari.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/S13wc0NUQAI/AAAAAAAAAmA/1s5_S5Of9EE/s1600/sopmbasari.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="364" width="445"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QhrSeaSGBl8&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00&amp;border=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/QhrSeaSGBl8&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-1499412772585687834?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ww9.yuwie.com/profile/?id=918179' title='Sulap Api Si Bo&apos;am Cirebon'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/1499412772585687834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/12/sulap-api-si-boam-cirebon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/1499412772585687834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/1499412772585687834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/12/sulap-api-si-boam-cirebon.html' title='Sulap Api Si Bo&apos;am Cirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/S13wc0NUQAI/AAAAAAAAAmA/1s5_S5Of9EE/s72-c/sopmbasari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-6926068819659658609</id><published>2009-08-14T04:18:00.006+07:00</published><updated>2009-09-03T17:42:46.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Objek Wisata Cirebon'/><title type='text'>Objek Wisata Gua Sunyaragi Cirebon</title><content type='html'>Sunyaragi adalah nama suatu Cagar Budaya Indonesia yang unik. Sunyaragi berlokasi di kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon dimana terdapat bangunan mirip candi yang disebut Gua Sunyaragi, atau Taman Air Sunyaragi, atau sering disebut sebgaai Tamansari Sunyaragi. Nama "Sunyaragi" berasal dari kata "sunya" yang artinya adalah sepi dan "ragi" yang berarti raga, keduanya adalah bahasa Sansekerta. Tujuan utama didirikannya gua tersebut adalah sebagai tempat beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SoSEMzE5nLI/AAAAAAAAAbg/EF5I35heN-0/s1600-h/sunyaragi1.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SoSEMzE5nLI/AAAAAAAAAbg/EF5I35heN-0/s400/sunyaragi1.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369562011136531634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua Sunyaragi merupakan salah satu benda cagar budaya yang berada di Kota Cirebon dengan luas sekitar 15 hektar. Objek cagar budaya ini berada di sisi jalan by pass Brigjen Dharsono, Cirebon. Konstruksi dan komposisi bangunan situs ini merupakan sebuah taman air. Karena itu Gua Sunyaragi disebut taman air gua Sunyaragi. Pada zaman dahulu kompleks gua tersebut dikelilingi oleh danau yaitu Danau Jati. Lokasi dimana dulu terdapat Danau Jati saat ini sudah mengering dan dilalui jalan by pass Brigjen Dharsono, sungai Situngkul, lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas, Sunyaragi milik PLN, persawahan dan menjadi pemukiman penduduk. Selain itu di gua tersebut banyak terdapat air terjun buatan sebagai penghias, dan hiasan taman seperti Gajah, patung wanita Perawan Sunti, dan Patung Garuda. Gua Sunyaragi merupakan salah satu bagian dari keraton Pakungwati sekarang bernama keraton Kasepuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SoSE091NyBI/AAAAAAAAAbo/8fVTusqhlZI/s1600-h/sunyaragi2.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SoSE091NyBI/AAAAAAAAAbo/8fVTusqhlZI/s400/sunyaragi2.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369562701218301970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks tamansari Sunyaragi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu pesanggrahan dan bangunan gua. Bagian pesanggrahan dilengkapi dengan serambi, ruang tidur, kamar mandi, kamar rias, ruang ibadah dan dikelilingi oleh taman lengkap dengan kolam. Bangunan gua-gua berbentuk gunung-gunungan, dilengkapi terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air. Bagian luar komplek aku bermotif batu karang dan awan. Pintu gerbang luar berbentuk candi bentar dan pintu dalamnya berbentuk paduraksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Induk seluruh gua bernama Gua Peteng (Gua Gelap) yang digunakan untuk bersemadi. Selain itu ada Gua Pande Kemasan yang khusus digunakan untuk bengkel kerja pembuatan senjata sekaligus tempat penyimpanannya. Perbekalan dan makanan prajurit disimpan di Gua Pawon. Gua Pengawal yang berada di bagian bawah untuk tempat berjaga para pengawal. Saat Sultan menerima bawahan untuk bermufakat, digunakan Bangsal Jinem, akan tetapi kala Sultan beristirahat di Mande Beling. Sedang Gua Padang Ati (Hati Terang), khusus tempat bertapa para Sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun berubah-ubah fungsinya menurut kehendak penguasa pada zamannya, secara garis besar Tamansari Sunyaragi adalah taman tempat para pembesar keraton dan prajurit keraton bertapa untuk meningkatkan ilmu kanuragan. Bagian-bagiannya terdiri dari 12 antara lain (lihat denah):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)bangsal jinem, tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih; (2) goa pengawal, tempat berkumpul par apengawal sultan; (3) kompleks Mande Kemasan (sebagain hancur); (4) goa Pandekemasang, tempat membuat senjata tajam; (5) goa Simanyang, tempat pos penjagaan; (6) goa Langse, tempat bersantai; (7) goa peteng, tempat nyepi untuk kekebalan tubuh; (8) goa Arga Jumud, tempat orang penting keraton; (9) goa Padang Ati, tempat bersemedi; (10) goa Kelanggengan, tempat bersemedi agar langgeng jabatan; (11)goa Lawa, tempat khusus kelelawar; (12) goa pawon, dapur penyimpanan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunyaragi"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Sunyaragi&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-6926068819659658609?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/6926068819659658609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/08/objek-wisata-gua-sunyaragi-cirebon.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/6926068819659658609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/6926068819659658609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/08/objek-wisata-gua-sunyaragi-cirebon.html' title='Objek Wisata Gua Sunyaragi Cirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SoSEMzE5nLI/AAAAAAAAAbg/EF5I35heN-0/s72-c/sunyaragi1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-3665669449287703822</id><published>2009-08-14T04:10:00.003+07:00</published><updated>2009-08-14T04:28:25.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Khas Cirebon'/><title type='text'>Docang</title><content type='html'>Docang adalah makanan khas Cirebon, yang merupakan perpaduan dari Lontong, Daun Singkong, Toge, Krupuk yang berkolaborasi sayur Dage/Tempe Gembos (yang dihancurkan) serta di kombinasikan dengan parutan kelapa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan ini mempunyai rasa khas yang gurih dan nikmat apabila disajikan dalam keadaan panas/hangat dan untuk harga relatif terjangkau semua kalangan, docang adalah makanan asli Cirebon yang lambat laun dengan segala kemajuan zaman dan perkembangan makanan Fast Food docang mulai bergeser dan lambat laun jarang ditemui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Docang"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Docang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SoSFUk2cdHI/AAAAAAAAAbw/jZnPLkxLQCc/s1600-h/docang.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SoSFUk2cdHI/AAAAAAAAAbw/jZnPLkxLQCc/s400/docang.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369563244268385394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resep Docang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAN : &lt;br /&gt;100 gram daun singkong, rebus&lt;br /&gt;100 gram taoge rebus&lt;br /&gt;50 gram oncom, dihaluskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAN KUAH:&lt;br /&gt;1 liter kaldu&lt;br /&gt;1 lembar daun salam&lt;br /&gt;1 tangkai serai&lt;br /&gt;1 cm jahe, dimemarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUMBU HALUS :&lt;br /&gt;1 sendok teh ketumbar&lt;br /&gt;3 butir bawang merah&lt;br /&gt;2 siung bawang putih&lt;br /&gt;1/2 sendok makan garam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELENGKAP:&lt;br /&gt;10 buah lontong&lt;br /&gt;1/2 butir kelapa muda parut kasar&lt;br /&gt;kerupuk ikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MEMBUAT :&lt;br /&gt;Rebus kaldu, oncom, bumbu halus, salam, serai, jahe hingga matang dan&lt;br /&gt;bumbu meresap.&lt;br /&gt;Susun dalam mangkuk, lontong, daun singkong, taoge, kelapa parut.&lt;br /&gt;Tuangkan kuah. Taburkan kerupuk dan hidangkan hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://resepmasakan.net46.net/2008/08/31/docang.html"&gt;http://resepmasakan.net46.net/2008/08/31/docang.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-3665669449287703822?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/3665669449287703822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/08/docang.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/3665669449287703822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/3665669449287703822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/08/docang.html' title='Docang'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SoSFUk2cdHI/AAAAAAAAAbw/jZnPLkxLQCc/s72-c/docang.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-9166295214226301908</id><published>2009-08-14T04:04:00.003+07:00</published><updated>2009-08-15T22:21:24.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Khas Cirebon'/><title type='text'>Sega Jamblang</title><content type='html'>Sega Jamblang (Nasi Jamblang dalam Bahasa Indonesia) adalah makanan khas masyarakat kota Cirebon, Jawa Barat. Nama Jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat kota Cirebon tempat asal pedagang makanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SoSFxIqRSnI/AAAAAAAAAb4/NTIhSVbTNpY/s1600-h/sega+jamblang.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SoSFxIqRSnI/AAAAAAAAAb4/NTIhSVbTNpY/s400/sega+jamblang.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369563734917335666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas makanan ini adalah penggunaan daun Jati sebagai bungkus nasi. Penyajian makanannya pun bersifat prasmanan. Menu yang tersedia antara lain sambal goreng (yang agak manis), tahu sayur, paru-paru (pusu), semur hati atau daging, perkedel, sate kentang, telur dadar/telur goreng, telur masak sambal goreng, semur ikan, ikan asin, tahu dan tempeserta tidak ketinggalan 'blakutak', sejenis cumi-cumi yang dimasak bersama tintanya. Sega Jamblang adalah makanan khas Cirebon yang pada awalnya diperuntukan bagi para pekerja paksa pada zaman Belanda yang sedang membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Kasugengan. Sega Jamblang saat itu dibungkus dengan daun jati, mengingat bila dibungkus dengan daun pisang kurang tahan lama sedangkan jika dengan daun jati bisa tahan lama dan tetap terasa pulen. Hal ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu yang lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Sega Jamblang sebagai makanan khas Cirebon, tentunya tidak bisa dilepaskan dari sosok salah satu pedagangnya yang cukup tersohor, yaitu &lt;b&gt;MANG DUL&lt;/b&gt;. Nasi Jamblang Mang Dul cukup dikenal oleh masyarakat Cirebon, bukan hanya bagi masyarakat kebanyakan, tetapi juga menyentuh kalangan pejabat. Hampir semua Kepala Daerah, baik itu walikota atu bupati Cirebon, pernah singgah di warung Sega Jamblang Mang Dul. Bahkan beberapa selebritis ibukota, jika singgah di Kota Cirebon, selalu menyempatkan mampir ke warung nasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentra makanan Sega jamblang di Kota Cirebon saat ini terletak di wilayah Gunung Sari, sekitar Grage Mall. Warung ini tidak pernah tutup alias buka 24 jam. Walaupun menunya sangat beraneka ragam, namun harga makanan ini relatif sangat murah. Karena pada awalnya makanan tersebut diperuntukan bagi untuk para pekerja buruh kasar di Pelabuhan dan kuli angkut di jalan Pekalipan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sega_Jamblang"&gt;http://id.wikipedia.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Sega Jamblang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="400" height="364"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/HqunPnzPY20&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0x5d1719&amp;color2=0xcd311b&amp;border=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/HqunPnzPY20&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0x5d1719&amp;color2=0xcd311b&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="400" height="364"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-9166295214226301908?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/9166295214226301908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/08/sega-jamblang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/9166295214226301908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/9166295214226301908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/08/sega-jamblang.html' title='Sega Jamblang'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SoSFxIqRSnI/AAAAAAAAAb4/NTIhSVbTNpY/s72-c/sega+jamblang.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-6019694992025444999</id><published>2009-07-26T00:49:00.005+07:00</published><updated>2009-08-14T04:05:54.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tampang Tiang Cirebon'/><title type='text'>Gadis Cirebon</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="445" height="364"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/_dZWPBF5XYM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0xe1600f&amp;color2=0xfebd01&amp;border=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/_dZWPBF5XYM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0xe1600f&amp;color2=0xfebd01&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-6019694992025444999?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/6019694992025444999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/07/gadis-cirebon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/6019694992025444999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/6019694992025444999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/07/gadis-cirebon.html' title='Gadis Cirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-5391088526182406128</id><published>2009-07-26T00:46:00.000+07:00</published><updated>2009-07-26T00:46:05.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tampang Tiang Cirebon'/><title type='text'>Cewek Cirebon</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="445" height="364"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QYMm193YSIA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0xe1600f&amp;color2=0xfebd01&amp;border=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/QYMm193YSIA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0xe1600f&amp;color2=0xfebd01&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-5391088526182406128?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/5391088526182406128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/07/cewek-cirebon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/5391088526182406128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/5391088526182406128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/07/cewek-cirebon.html' title='Cewek Cirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-2722727287460815177</id><published>2009-07-26T00:39:00.001+07:00</published><updated>2009-07-26T00:52:51.419+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarling Cirebon'/><title type='text'>Video Tarling Bhayangkara Muda 1</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="445" height="364"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/gkUeUGyWjYs&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0xe1600f&amp;color2=0xfebd01&amp;border=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/gkUeUGyWjYs&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0xe1600f&amp;color2=0xfebd01&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-2722727287460815177?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/2722727287460815177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/07/video-tarling-bhayangkara-muda-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/2722727287460815177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/2722727287460815177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/07/video-tarling-bhayangkara-muda-1.html' title='Video Tarling Bhayangkara Muda 1'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-3405211125234215939</id><published>2009-07-26T00:37:00.001+07:00</published><updated>2009-07-26T00:53:15.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarling Cirebon'/><title type='text'>Video Tarling Baridin Part1</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="445" height="364"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/XrRtfG9HmgM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0xe1600f&amp;color2=0xfebd01&amp;border=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/XrRtfG9HmgM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0xe1600f&amp;color2=0xfebd01&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-3405211125234215939?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/3405211125234215939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/07/video-tarling-baridin-part1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/3405211125234215939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/3405211125234215939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/07/video-tarling-baridin-part1.html' title='Video Tarling Baridin Part1'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-1624710155338606992</id><published>2009-07-26T00:30:00.004+07:00</published><updated>2009-07-26T00:53:33.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarling Cirebon'/><title type='text'>Video Tarling Aas Rolani</title><content type='html'>&lt;object width="445" height="364"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/UWEfUSxeeZc&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0xe1600f&amp;color2=0xfebd01&amp;border=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/UWEfUSxeeZc&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0xe1600f&amp;color2=0xfebd01&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-1624710155338606992?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/1624710155338606992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/07/video-tarling-aas-rolani.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/1624710155338606992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/1624710155338606992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/07/video-tarling-aas-rolani.html' title='Video Tarling Aas Rolani'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-7148369167551015678</id><published>2009-07-16T21:39:00.002+07:00</published><updated>2009-07-26T00:53:59.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teman Amerika'/><title type='text'>Mengenal Dr. Bill R. Path</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Have you ever wondered if your life really matters or how you fit into the grand scheme of things? If you have, you are not alone. In "Moments of Forever: Discovering the True Power and Importance of Your Life", Dr. Bill R. Path helps you discover your purpose in life and understand how you can positively direct your life and influence the lives of those around you. He believes there is something quite special inside every one of us–something of great and intrinsic value. He will show you how to search within yourself to find answers to some of life’s most persistent questions. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Bill R. Path is an Arkansas native and holds degrees in Bible, counseling, and higher education. He is currently the president of a community college in Norfolk, Nebraska where he enjoys coalition building activities and motivational speaking. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weblog Dr. Bill: &lt;a href="http://www.momentsofforeverbook.com"&gt;http://www.momentsofforeverbook.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-7148369167551015678?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/7148369167551015678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/07/mengenal-dr-bill-r-path.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/7148369167551015678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/7148369167551015678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/07/mengenal-dr-bill-r-path.html' title='Mengenal Dr. Bill R. Path'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-5039384254217938176</id><published>2009-05-06T01:39:00.003+07:00</published><updated>2009-07-26T00:54:24.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teman Amerika'/><title type='text'>Christina Thompson</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SgCHyZZEyzI/AAAAAAAAAVg/bzKpvMMLaj0/s1600-h/921186.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SgCHyZZEyzI/AAAAAAAAAVg/bzKpvMMLaj0/s320/921186.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well im 19teen beginning my life slowly at a time and not rushing in to anything major. I think this is an age to learn and experience life. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Im the Baby of my Parents children. I have an older sister and brother. My hobbies I like to doodle which means draw. I recently added a new picture that i did of my Friend in my photo's so if you want you can check it out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I also like to write which you already now that because I told you already. I also like going on the computer browsing for new things. Recent activities I went shopping with my friend @ Wal-mart we were looking at some stuff. I have one major Friend I talk too where i am at...We do alot together if her Husband does not tell her what to do...I used to alway's be at her house back in 06' and our friendship was ripped from stuff that happened because of an x firance now we barely see each alot and a few from when i went to school. Thats why I say I like meeting new people and learning new cultures. Where i am in the united states...I live in Ozark Al and it hard to find a Job, but working on that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, buat temen-temen Indonesia yang mau mengenal Zenbae dan Christina Thompson, silahkan link di bawah ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.yuwie.com/profile/?id=918179"&gt;http://www.yuwie.com/profile/?id=918179&lt;/a&gt; ( Zenbae )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.yuwie.com/profile/?id=921186"&gt;http://www.yuwie.com/profile/?id=921186&lt;/a&gt; ( Christina )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-5039384254217938176?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/5039384254217938176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/05/christina-thompson.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/5039384254217938176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/5039384254217938176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/05/christina-thompson.html' title='Christina Thompson'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SgCHyZZEyzI/AAAAAAAAAVg/bzKpvMMLaj0/s72-c/921186.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-5627696692710686910</id><published>2009-01-01T21:56:00.001+07:00</published><updated>2010-06-06T19:27:15.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Cirebon'/><title type='text'>Sejarah Cirebon Versi Haji Mahmud Rais</title><content type='html'>RINGKASAN SEJARAH CIREBON HAJI MAHMUD RAIS&lt;br /&gt;( Terdiri dari 9 Jilid )&lt;br /&gt;Jilid Pertama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Indonesia-Cirebon-Selatan-Mouse-Pad/dp/B001I25TOG?ie=UTF8&amp;tag=shzkc-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Indonesia, Cirebon Selatan Mouse Pad" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=B001I25TOG&amp;tag=shzkc-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=shzkc-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=B001I25TOG" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jilid dimulai dengan :” Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillahi robbil ‘alamin wassolatu wassalamu ala asrofilmursalin, sayyidina muhammadin wa ala alihi wa ashabihi wa ajwajihi waddurriyyatihi wa ahli baiti ajmain, amma ba’du”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilid Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilid pertama buku ini bercerita tentang pernikahan Prabu Siliwangi dengan Nyi Mas Ratu Subang Keranjang serta kisah perjalanan Walangsungsang dan Rarasantang mencari hakikat agama Islama. Adapun ringkasan ceritanya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di desa Kerawang ada seorang guru ngaji ahli quro (pandai membaca kitab suci Al Qur’an) yang berasal dari negeri Cempa, dan dikenal dengan sebutan Syekh Quro, keturunan Syekh Zainal Abidin, dan masih keturunan Nabi Muhammad SAW. Syekh Quro mempunyai seorang murid wanita bernama Nyi Mas Ratu Subang Keranjang, putri seorang Sultan Malaka Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prabu Sliwangi mengutus patihnya untuk melamar Nyi Mas Ratu Subang Keranjang untuk dijadikan permaisuri. Ia ternyata bersedia menjadi permaisuri dengan syarat Prabu Siliwangi sendiri yang datang melamar. Persyaratan ini dipenuhi oleh sang Patih, dan suatu ketika Prabu Siliwangi datang sendiri ke Karawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Cirebon-Jill-Gocher/dp/9798162013?ie=UTF8&amp;tag=shzkc-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Cirebon" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=9798162013&amp;tag=shzkc-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=shzkc-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=9798162013" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;Nyi Mas Ratu Subang Keranjang bersedia menjadi permaisuri dengan syarat, mas kawinnya sebuah kalung yang berangkaikan bintang kerti(tasbih). Keinginan ini dipenuhi oleh Prabu Siliwangi. Lalu, ia berangkat ke Mekah dan bertemu dengan seorang wali yang memegang tasbih yang sedang dicarinya. Ia bermaksud meminta tasbih itu. Sang wali tidak begitu saja menyerahkan tasbihnya kecuali apabila Prabu Siliwangi bersedia membaca dua kalimat syahadat. Prabu Siliwangi bersedia melakukannya. Prabu Siliwangi yang telah memeluk agama islam menikah dengan Nyi Mas Subang Keranjang dan dikaruniai tiga orang putra, masing-masing bernama Raden Walangsungsang, Nyi Mas Ratu Ayu Rarasantang, dan Rada Jaka Sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menginjak remaja, Walangsungsang dan Rarasantanag berguru agama islam di pesantren Syekh Quro di Karawang bekas ibunya berguru. Syekh Quro mengajarkan bahwa barang siapa yang suka membaca solawat tafrijah sebanyak seribu kali setiap malam selam 40 malam berturut-turut, insya Allah orang itu akan dapat bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kembali ke istana kerajaan Pajajaran, Walangsungsang mengamalka apa yang diajarkan oleh gurunya denga membaca solawat tafrijiyah. Pada malam terakhir membaca solawat, ia bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad dan berpesan agar terus mempelajari agama islam karena tidak ada kemuliaan bagi orang yang tidak beragama islam. Ia kemudian menceritakan mimpi dan pesan yang diperolehnya kepada ayahnya. Prabu Siliwangi yang telah kembali ke agama nenek moyangnya menentang pernyataan Walangsungsang, bahwa tidak ada agama yang lebih baik selain daripada agamanya, karena agamanya adalah agama pusaka, agama turunan dari nenek moyang. Setelah terjadi perselisihan pendapat, akhirnya Walangsungsang diusir dari keraton. Dengan kesedihan yang mendalam, ia pergi meninggalkan keraton menuju ke arah tenggara dengan tujuan Gunung Merapi, suatu tempat yang dikunjungi pertama kalinya untuk mempelajari agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada suatu malam Rarasantang sedang membaca solawat tafrijiyah, iapun bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan kalimat syahadat dan berpesan untuk menyusul kakaknya. Rarasantang memenuhi “pesan”Nabi Muhammad yang disampaikan dalam mimpinya, pagi hari itu juga ia keluar dari keraton menuju ke arah selatan. Di gunung Tangkuban Perahu, ia bertemu dengan seorang perempuan tua yang bernama Nyi Endang Sukati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyi Endang Sukati berpesan agar Rarsantang berangkat menuju Argaliwung untuk menemui Ki Ajar Sakti. Ni Endang Sukati kemudian memberi hadiah benda pusaka berupa baju bernama Hawa Mulia, khasiatnya apabila baju itu dikenakan ketika berjalan, kaki tidak akan menyentuh tanah, bisa berjalan di atas air, serta tidak akan terbakar jika terkena api. Dengan menggunakan baju pusaka, ia dapat berjalan lebih cepat dari angin. Ketika tiba di Argaliwung, disitu sudah menunggu Ki ajar Sakti yang menyarankan agar ia pergi ke gunung Merapi, untuk menemui Walangsungsang yang telah menikah dengan Nyi Endang Ayu, putri Sang Hyang Danuwarsih. Setelah mendapat petunjuk Ki Ajar Sakti, Rarasantang segera menuju Gunung Merapi dan bertemu dengan kakaknya di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini diselingi dengan menceritakan keadaan keraton Pajajaran sepeninggal Walangsungsang dan Rarasantang. Nyi Mas Subang Keranjang sangat bersedih hati ditinggal oleh kedua putranya. Prabu siliwangi kemudian memerintahkan seluruh ponggawa untuk mencarinya, disertai ancaman apabila mereka kembali dengan tangan hampa akan dihukum mati.&lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Indonesia-Cirebon-Utara-Mouse-Pad/dp/B001I25U0E?ie=UTF8&amp;tag=shzkc-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Indonesia, Cirebon Utara Mouse Pad" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=B001I25U0E&amp;tag=shzkc-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=shzkc-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=B001I25U0E" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;Di Gunung Merapi, Sang Hyang Danuwarsih yang mengetahui bahwa maksud kedatangan Walangsungsang adalah untuk mencari agama Islam, sementara ia sendiri tidak dapat memberikan keterangan tentang agama islam dengan baik, ia hanya dapat memberikan empat macam benda : sebuah cincin bernama cincin Ampal yang dapat mengetahui segala sesuatu yang gaib, merawat segala macam benda dengan selamat, dan dapat mencapai segala maksud, sebuah baju Kamemayan yang berguna apabila baju itu dipakai, pemakainya tidak akan kelihatan oleh orang lain dan dapat menggagalkan maksud jahat, sebuah baju Pengabaran yang dapat menimbulkan keberanian dalam menghadapi musuh, dan sebuah baju Pengasihan yang membuat pemakainyadisenangi  oleh semua orang. Setelah memberikan keempat benda pusaka tersebut, Sang Hyang Danuwarsih menyarnkan agar Walangsungsang pergi menemui Sang Hyang Nago yang berada di Gunung Ciangkui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walangsungsang bersama adik dan istrinya, segera pergi menuju gunung Ciangkui. Disana, ia bertemu dengan Sang Hyang Nago yang memberi keterangan bahwa sebenarnya ia sendiri belum mendapatkan agama Islam, nanti sebentar lagi agama itu akan tampak bahkan Walangsungsang sendiri yang akan mendapatkan dan mengembangkan ajaran agama tersebut. Lalu, Sang Hyang Nago memberikan beberapa ilmu kepada Walangsungsang untuk membantu mengembangkan agama Islam, yakni ilmu Kadewan untuk memperteguh keagamaan dan tidak dapat melupakannya; ilmu Kapilisan, agar disegani dan dikasihi oleh seluruh mahluk; ilmu Keteguhan, agar teguh, kebal dan kuat; ilmu Pengikutan yang dapat mempengaruhi segala mahluk; dan golok Cabang, yang berguna untuk menghancurkan segala macam benda. Setelah memberikan berbagai ilmu dan sebuah benda pusaka, Sang Hyang Nago menyarankan agar Walangsungsang pergi ke Gunung Numbang menemui Sang HyangNaga.&lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Indonesia-CIREBON-UTARA-Mug/dp/B002KBD6R6?ie=UTF8&amp;tag=shzkc-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Indonesia - &amp;#34;CIREBON UTARA&amp;#34; Mug" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=B002KBD6R6&amp;tag=shzkc-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=shzkc-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=B002KBD6R6" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Indonesia-CIREBON-Set-Mini-Mousepad-Coasters/dp/B0034L8X88?ie=UTF8&amp;tag=shzkc-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Indonesia - &amp;#34;CIREBON&amp;#34; Set of 4 Mini-Mousepad Coasters" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=B0034L8X88&amp;tag=shzkc-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=shzkc-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=B0034L8X88" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat Sang Hyang Naga, Walangsungsang diberi beberapa ilmu, yakni ilmu Kesakten(Kesaktian), ilmu Aji Tri Murti, ilmu berbuat baik, ilmu Limunan yang dapat bersembunyi di dalam terang, dan ilmu Aji Dwipa yang dapat mengetahui semua pembicaraan orang, serta beberapa buah benda pusaka, yakni Baju Waring apabila dipakai pemakainya bisa terbang, Teropong Waring apabila dipakai bisa menghilang, Umbul-umbul Waring untuk memperoleh harta benda dengan baik, dan Batok Bolu untuk dijadikan  Badong (ikat pinggang). Selanjutnya, Sang Hyang Naga menyarankan agar Walangsungsang pergi ke Gunung Cangak untuk menemui Ratu Bangau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walangsungsang kemudian pergi ke Gunung Cangak (di desa Mundu, lima kilo meter sebelah timur kota Cirebon). Disini, ia melihat sebuah pohon besar yang dipenuhi oleh burung bangau dan ia berkeinginan untuk menangkapnya. Kemudian ia memakai baju dan topong waring lalu membuat bubu (perangkap) yang diisi oleh ikan deleg, lalu dipasang diatas pohon. Tidak lama kemudian, datanglah seekor burung bangau besar sekali hendak mematuk ikan di dalam bubu. Seketika itu juga, Walangsungsang segera menangkap burung bangau tersebut dan diancam dengan Golok Cabang. Burung bangau itu ternyata dapat berbicara, ia berkata bahwa ia dapat menunjukkan agama Islam dan akan memberi hadiah, jika dilepaskan dan tidak dibunuh. Setelah melepaskan burung bangau, tiba-tiba di sekelilingnya tampak sebuah istana yang rajanya adalah burung bangau yang telah berubah wujud menjadi seorang raja. Walangsungsang kemudian diberi tiga macam azimat, yakni panjang (sebuah piring berukuran besar), apabila ditengkurapkan akan keluar nasi kebuli beserta lauk pauknya, pendil (tempat menanak nasi); apabila diisi nasi di dalamnya, tidak akan pernah habis, dan bareng (gong kecil); apabila dipukul akan keluar sepuluh ribu prajurit, dan disarankan untuk menemui Syekh Nurjati yang berada di Gunung Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walangsungsang segera berangkat menuju Gunung Jati. Disana, ia bertemu dengan Syekh Nurjati yang mengajarkan membaca syahadat dengan arti dan maksudnya secara mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilid pertama buku ini ditutup dengan kalimat tammat; wallahu’alam bishowab, serta sebuah pesan yang berbunyi; apabila engkau berhajat akan menghadapi seorang kikir, atau orang yang congkak, atau orang yang mempunyai utang yang dikhawatirkan akan berbuat jahat, bacalah sebuah doa yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Tuhan, Engkau yang Maha Mulia dan Maha Besar dan saya adalah hamba-Mu yang rendah dan lemah yang tidak berkekuatan apa-apa melainkan dengan pertolongan-Mu. Wahai Tuhan tundukkanlah kepada saya (si fulan) seperti Engkau menundukkan firaun terhadap Nabi Musa As. Lunakkanlah hatinya seperti Engkau telah melunakkan besi terhadap Nabi Daud As. Sesungguhnya tidak akan terjadi sesuatu melainkan dengan seizin-Mu. Nyawanya ada dalam genggaman-Mu, dan hatinya ada dalam kekuasaan-Mu. Agunglah pemuji terhadap-Mu, Wahai Zat yang lebih belas kasihan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-5627696692710686910?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/5627696692710686910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/01/sejarah-cirebon-versi-haji-mahmud-rais.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/5627696692710686910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/5627696692710686910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2009/01/sejarah-cirebon-versi-haji-mahmud-rais.html' title='Sejarah Cirebon Versi Haji Mahmud Rais'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-3636541158667919202</id><published>2008-12-20T23:59:00.015+07:00</published><updated>2009-01-28T13:18:40.377+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Hongkong'/><title type='text'>Teluk Repulse Hong Kong</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SU0lVnb3CvI/AAAAAAAAAOI/UOgrvZO46gc/s1600-h/HongKong08.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SU0lVnb3CvI/AAAAAAAAAOI/UOgrvZO46gc/s320/HongKong08.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Times;font-size:13;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a href="http://www.therepulsebay.com/" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: rgb(85, 136, 170); text-decoration: none;"&gt;Teluk Repulse&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; terletak di bahagian selatan Pulau Hong Kong. Ia merupakan salah satu destinasi pelancong yang amat terkenal di &lt;a href="http://www.yuchuilang.com/2008/11/mutiara-timur-hong-kong.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: rgb(85, 136, 170); text-decoration: none;"&gt;Hong Kong&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Terdapat cahaya matahari terang benderang, langit biru, air laut jernih, pantai keemasan di Teluk Repulse. Selain itu, Teluk Repulse adalah kawasan kediaman mewah. Rumah besar yang dibina di lereng bukit sepanjang pantai itu terbina satu pemandangan anggun.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pantai Teluk Repulse berpasir halus itu sesuai untuk pelawat bersiar-siar pada awal pagi. Pantai akan dipenuhi dengan peminat menjemur matahari apabila matahari terbit. Pelawat juga boleh memerhati pemandangan matahari terbenam yang indah dan mendengar bunyi harmoni ombak pada waktu senja.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SU0ltQASSlI/AAAAAAAAAOQ/41SBgGAI8xY/s1600-h/HongKong07.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SU0ltQASSlI/AAAAAAAAAOQ/41SBgGAI8xY/s320/HongKong07.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SU0l-MNfbdI/AAAAAAAAAOY/PDrPiSS5rdY/s1600-h/HongKong06.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SU0l-MNfbdI/AAAAAAAAAOY/PDrPiSS5rdY/s1600-h/HongKong06.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SU0l-MNfbdI/AAAAAAAAAOY/PDrPiSS5rdY/s320/HongKong06.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Times;font-size:8;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:13;color:black;"   &gt;Taman Zhenghai yang berunsur tradisi Cina dibina di hujung timur pantai Teluk Repulse. Patung besar "Dewi Guan Yin" dan "Dewi Permaisuri Syurga" dibina di Taman Zhenghai. Kedua-dua patung besar itu memandang ke arah laut sebagai pelindung nelayan dan perenang.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:18;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: navy;font-family:forte;font-size:18;"  &gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;Setahu saya Teluk Repulse paling digemari penduduk tempatan dan pelancong asing.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:18;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: navy;font-size:18;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;Sumber :&lt;a href="http://www.yuchuilang.com/2008/12/teluk-repulse-hong-kong.html"&gt;www.yuchuilang.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-3636541158667919202?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/3636541158667919202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/12/teluk-repulse-hong-kong.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/3636541158667919202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/3636541158667919202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/12/teluk-repulse-hong-kong.html' title='Teluk Repulse Hong Kong'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SU0lVnb3CvI/AAAAAAAAAOI/UOgrvZO46gc/s72-c/HongKong08.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-3135875624605832776</id><published>2008-11-28T22:47:00.006+07:00</published><updated>2009-08-02T01:22:52.271+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='YangKuliahSambilKerja'/><title type='text'>Profile Ibu Guru Ayathie</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/STAT28FNV7I/AAAAAAAAALw/l6EKay86zT0/s1600-h/Picture089.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 151px; height: 220px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/STAT28FNV7I/AAAAAAAAALw/l6EKay86zT0/s320/Picture089.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273736998212687794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kali ini kita akan mengetahui profile seorang guru muda. Yang sama dengan profile-profile sebelumnya. Para pejuang yang tangguh tak kenal menyerah walau kadang dihadapkan pada dilema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini asli tulisan pada blognya. Ia biasa disebut: Ayathie. Yah,... bu guru Ayathie. Kita simak yang tertuang dari pikirannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tentang guru,mumpung momennya pas, jadi pengen posting pengalaman 1st ku menjadi guru nih..hehe,begini ceritanya...Awalnya gak pernah kepikiran untuk menjadi guru, cuma iseng..waktu itu aq baru lulus D3, mau nyambung S1 dah telat, harus nunggu tahun ajaran baru. Mau nyari kerjaan ijazah blon keluar... [doh] Saat itu sebuah kesempatan datang menghampiriku, daripada bengong gak ada kegiatan, aku coba tuk menerima tawaran mengajar di sekolah ku dulu... [alumni. red] kebetulan beberapa orang guru untuk jurusanku baru saja pensiun, sehingga terjadi kekosongan...karena memang lagi butuh aq gak melewati serangkaian test seperti nasib teman2 ku yang lain. Awalnya ada kecanggungan berinteraksi dengan sesama guru, secara... dulu, aq itu murid mereka,, eh, sekarang malah jadi rekan kerja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi klo harus berinteraksi dengan murid, mulai dari keringet segede jagung, sampai pake acara nangis d depan kelas pun udah pernah terlakoni dengan suksesnya...wackakakk, secara masih imut banget gitu loh :D baru 21 tahun waktu pertama kali berdiri di depan kelas, murid yang di hajar usianya cuma terpaut 2-3 tahun di bawahku [dah kayak kakak-adek aja] karena emosi yang belum stabil [halah,, emang sekarang udah stabil??!] di isengin dikit,dan gak bisa mengontrol emosi dengan baik...?!klo gak marah ya mewek... hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah terlintas mau cari kerjaan lain, ada rencana mau coba ikut test inilah, itulah... tapi kata uda ”cewek itu lebih baik jadi guru” selain jam kerjanya lebih santai, tekanan saat bekerja juga minim, beda klo kerja di bidang konsultan or kontraktor yang selalu di kejar-kejar deadline... mungkin klo belum berkeluarga mah gak masalah, tapi coba klo sudah berkeluarga, pasti bakal kewalahan membagi waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah...mungkin rezekiku disini, alhamdulillah, Allah memudahkan jalanku melewati masa 3 tahun ini...gak terasa sudah 3 tahun lebih aja ya, banyak hal yang sudah dilalui, maaf jika masih terdapat kekurangan disana sini, buat anak-anak ku [weleh-weleh dah punya anak ta?] yang dah tamat. Miss u all...Ojo lali sama wali kelasmu iki..hihihi, eh bukan cuma wali kelas ding, tapi sama semuaaa guru yang pernah menghajarmu...Jangan berhenti cuma sampai ijazah SMK aja 0k!! Pendidikan merupakan investasi jangka panjang, walopun sebenarnya pelajaran itu gak mesti di dapat dari pendidikan formal sih...yah,mumpung masih muda, dan ada kesempatan.. Bersemangatlah meraih mimpi!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih buat yang sudah mengucapkan selamat hari guru tadi...*itu menyadarkanku kembali, bahwa ternyata aq seorang guru a.k.a ci'gu toh?!* hehe...sering lupa soalnya...[piss]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin lebih dalam mengenal Ibu guru Ayathie?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan kunjungi blognya &gt;&gt;&gt; &lt;a href="http://thie-two.blogspot.com"&gt;http://thie-two.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu guru Ayathie idola pria sejati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-3135875624605832776?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/3135875624605832776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/11/profile-ibu-guru-ayathie.html#comment-form' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/3135875624605832776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/3135875624605832776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/11/profile-ibu-guru-ayathie.html' title='Profile Ibu Guru Ayathie'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/STAT28FNV7I/AAAAAAAAALw/l6EKay86zT0/s72-c/Picture089.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-1732266206274751623</id><published>2008-11-13T16:04:00.001+07:00</published><updated>2008-11-13T16:18:54.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='YangKuliahSambilKerja'/><title type='text'>Profile Soeranto Djoyodiningrat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SRvutGb2emI/AAAAAAAAAJc/8aBh8FhiW4Y/s1600-h/anto.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SRvutGb2emI/AAAAAAAAAJc/8aBh8FhiW4Y/s1600-h/anto.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SRvutGb2emI/AAAAAAAAAJc/8aBh8FhiW4Y/s320/anto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profile kita yang satu ini sama hebatnya dengan profile-profile sebelumnya. Seorang lelaki muda  26 tahun dari klaten. Berasal dari keluarga yang sederhana. Dengan kegigihan, keuletan, dan kesabarannya membuahkan hasil yang patut di contoh oleh anak-anak muda seusianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SRvu8lXhXRI/AAAAAAAAAJk/77-zKXYQalI/s1600-h/anto1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SRvu8lXhXRI/AAAAAAAAAJk/77-zKXYQalI/s320/anto1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebuah hasil yang mampu mengangkat derajat dirinya dan keluarganya, daerahnya dan tentu juga negaranya, Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SRvvJARophI/AAAAAAAAAJs/n2TvvV30ceY/s1600-h/anto4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SRvvJARophI/AAAAAAAAAJs/n2TvvV30ceY/s320/anto4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang patut di acungi jempol dari pribadinya adalah walaupun ia berada di Negara asing, ketaatan kepada agamanya  tetap kokoh di hatinya.&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya mari kita simak uraian dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SRvvV5NTIOI/AAAAAAAAAJ0/_3y1FrLdTDc/s1600-h/anto6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SRvvV5NTIOI/AAAAAAAAAJ0/_3y1FrLdTDc/s320/anto6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suranto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur: 26&lt;br /&gt;Jenis Kelamin: Pria&lt;br /&gt;Tanda Astrologi: Libra&lt;br /&gt;Shio: Anjing&lt;br /&gt;Industri: Otomotif&lt;br /&gt;Jabatan: Quality control&lt;br /&gt;Lokasi: nagoya : taketoyo : Jepang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku anak kedua dari 2 bersaudara.Sebagai tulang punggung keluarga karena aku anak laki-laki satusatunya.kakakku cewek dah nikah dengan tetangga sebelah,he he.Dari kecil aku terbiasa hidup mandiri,makan,mandi,tidur sendiri.sejak lulus STMN 1 klaten pada tanggal 13 januari 2001 bekerja di PT SHOWA IND sampai dgn 30 desember 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan mei 2003 bekerja di PT KYOWA IND sampai dengan Desember 2006.Pada bulan Januari 2006 mengikuti pendidikan bahasa jepang ditangerang setalah lulus pada tanggal 28 agustus 2006 berangkat ke Jepang sampai dengan sekarang.Kejepang ternyata bukan tempat untuk bersenangsenang tetapi jepang adalah tempat untuk belajar hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang adalah tempat mengetes sejauh mana tingkat keimanan seseorang.Dan tujuan aku kejepang ingin mendalami bahasa jepang,ingin mencari ilmu/pengalaman yang kelak berguna di masyarakat,yang terakhir mencari uang.dan alhamdulillah selama di jepang banyak sekali pengalaman2 dari mulai jual kartu telepon,nyuci piring direstoran,dan bisnis kecil2 yang aku mulai dari nol waktu tahun pertama dijepang dgn iseng2 bermodalkan seribu yen sampai dengan sekarang bisa bermain dengan uang jutaan yen setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat aku apa ya?jadi bisnisman yang sukses kali ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Favorit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TATTA HITOTSU NO KOI&lt;br /&gt;SPIDERMAN&lt;br /&gt;FILM ACTION&lt;br /&gt;Musik Favorit&lt;br /&gt;MUSIC JAPAN&lt;br /&gt;MUSIC QOSIDAH&lt;br /&gt;MUSIC POP&lt;br /&gt;Buku Favorit&lt;br /&gt;AL QURAN&lt;br /&gt;NIHON GO NO HON.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu blognya? Silahkan kunjungi &gt;&gt;&gt;&lt;a href="http://klik-bisnispulsa.blogspot.com"&gt;klik-bisnispulsa.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-1732266206274751623?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/1732266206274751623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/11/profile-soeranto-djoyodiningrat.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/1732266206274751623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/1732266206274751623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/11/profile-soeranto-djoyodiningrat.html' title='Profile Soeranto Djoyodiningrat'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SRvutGb2emI/AAAAAAAAAJc/8aBh8FhiW4Y/s72-c/anto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-8654982037339851154</id><published>2008-11-07T15:17:00.013+07:00</published><updated>2011-12-25T05:33:42.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='YangKuliahSambilKerja'/><title type='text'>Profile Aribae</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/STeY20Hhl3I/AAAAAAAAAMA/aWmCPZqrFDw/s1600-h/smp.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275853555958388594" src="http://2.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/STeY20Hhl3I/AAAAAAAAAMA/aWmCPZqrFDw/s200/smp.jpg" style="float: left; height: 250px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0pt; margin-right: 10px; margin-top: 0pt; width: 240px;" width="192" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Profile kita kali ini adalah seorang wanita muda 22 tahun. Pembawaannya yang selalu penuh semangat, penuh percaya diri, kokoh mengejar yang dicita-citakannya, rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal baru yang postip.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dialah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akina&lt;/span&gt; sebutannya. Kesehariannya diisi dengan bekerja di sebuah perusahaan swasta sebagai seorang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sekretaris merangkap finance&lt;/span&gt; disamping mengajar bahasa inggris anak-anak. Setelah bekerja ia segera meluncur ke kampusnya di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Budi Luhur Jakarta&lt;/span&gt;. Dia ambil komputer akuntansi. Disamping itu pula ia sedang aktif mempelajari bahasa jepang mengejar cita-citanya untuk dapat kuliah disana. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sepulang kuliah dia segera memasuki lagi di dunianya yang lain. Yaitu dunia maya. Lincah, pantang menyerah, itulah Akina. Satu hal yang tidak disangka adalah ia adalah seorang yang patuh pada ajaran agamanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Akina lalui dunia maya hingga tengah malam. Ia ambil segala hal yang bermanfaat dari dunia tersebut. Hasilnya memang luar biasa. Ketegarannya, kegigihannya rasanya sulit ditandingi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ia menyukai hal-hal yang berhubungan dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;anime&lt;/span&gt;. Ia juga menyukai persahabatan antar Negara. Ia salah satu member dari lang-8. Dimana disitu ia dapat mengasah kemampuannya dalam berbahasa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;inggris dan jepang&lt;/span&gt;. Ia aktif pula di kursus bahasa jepang  online Tadotsugakuen.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bila kita ingin lebih jauh mengenalnya, kita bisa tahu lebih banyak sosoknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SRvyrcdb9qI/AAAAAAAAAJ8/mLtOhAR5lhs/s1600-h/arinnihonjin250.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268071017327883938" src="http://2.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SRvyrcdb9qI/AAAAAAAAAJ8/mLtOhAR5lhs/s320/arinnihonjin250.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 240px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;a href="http://profile.friendster.com/akina"&gt;http://Profile.friendster.com/Akina&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;atau bila ingin mengetahui tulisan-tulisannya &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; &lt;a href="http://ari-j-fans.blogspot.com/"&gt;http://ari-j-fans.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Semoga figure ini bisa menjadi teladan yang baik bagi wanita seusia Akina. Kokoh, tegar dalam mengejar cita-cita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kak zen, sebelumnya ari mohon maaf banget sdh ngerpotin kakak T_T, ari minta profile ari yang di cirebonme diganti hehehe, mohon nama yang akina diganti jadi ari aja, akina sdh berisitirahat dengan tenang disurga ^^, fsnya akina nya A pake huruf kecil bukan huruf besar lho, ini dia revisinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Indo : Ari (tapi ini anak perempuan bukan laki-laki ya ^^) banyak yang salah sangka T_T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Japan Name : Akina Koehara (ada sejarahnya lho)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTL : Gunung Kidul, 19-09-1986 (jangan lupa kasih kado ya ^^, tapi kadonya buku or yang berhubungan dengan Jepang-Jepang gitu deh, tapi sebelumnya konfirmasi dulu ^^-----ngarep banget------)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ari 3 Bersaudara, ari anak yang pertama, saudara yangke 2 laki-laki (sekarang sdh kerja jad pelaut di lautan samudera eropa T_T, berangkat tahun lalu pulang bulan 6 tahun depan ^^, disuruh sekolah ga mau T_T, ade yang terakhir ce (sempat ngiri juga takut posisi cucu kesayangan kakak nenek direbut oleh dia ^^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi klo disini adenya banyak bangetttttt ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SUlNj4wvUtI/AAAAAAAAAOA/ugkRcOeQ8sY/s1600-h/calonpeggantiari.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280837316996190930" src="http://2.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SUlNj4wvUtI/AAAAAAAAAOA/ugkRcOeQ8sY/s320/calonpeggantiari.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobby : Mendengarkan Lagu-lagu Nasyid, MP3 Al –Qur’an, Lagu-lagu Japan (all about mau keras mau slow gpp yang penting Japan),klo yang Indo lagunya Gita Gutawa (Sempurna) &amp;amp; Sherina saja (Sendiri paling suka, permainan pianonya keren ^^), nyusun puzzle (lagi nyari-nyari puzzle yang 2000pcs), (500 &amp;amp; 1000pcs sdh sering ^^),Hunting buku-buku ke gramedia ^^(gramedia WTC Matahari, Gramedia SMS,Gramedia Lippo Karawaci,Gramedia Mall Puri Indah), pergi ke acara bunkasai klo bisa ^^, nulis diari dibuku tapi sekarang pindah ke blog ^^, membaca (Al-Qur’an, Hadist, all about buku yang bermanfaat, komik yang penting jangan hentai ^^,klo komik LC(level Komik) komik utk orang dewasa yang diikutin hanya GOKUSEN(Yakuza Yankumi), &amp;amp; X (karya CLAMP lho, pengarang CCS-Card Captor Sakura-red,Tsubasa Cronicle,Chobits,ect), nonton anime(yakuza_anime, klo sinetron (CINTA FITRI ^^),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita : Pianist(gara-gara lihat permainan piano takuya kimura di dorama Long Vacation klo ga salah)^^,Desainer(gara-gara lihat costum anime ^^ &amp;amp; mau bisa menjahit baju sendiri, cari baju di toko susah banget , kayaknya baju di toko kurang bahan kali ya ^^),Pilot &amp;amp; Astronot (gara nonton filnya horison Ford di Air Force One), Violist(gara-gara lihat anime lacordadoroprimopasso, Cooking Master (suka masak &amp;amp; buat kue, pengen banget bisa buat kue selain yuki hime (putri salju) seperti yang diyakitake Japan itu lho ^^, pengen juga arubaito di toko roti biar bisa nyontek resepnya hehehe),Desain Grapic Master (gara-gara lihat hasil karya akai ^^), Analist Ekonomi(gara-gara suka ekonomi ^^), Web Master (gara-gara suka blogging).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa mendirikan sekolah dengan biaya sendiri ^^, Novelis, Dokter dulu pernah (tapi ga jadi gara-gara amana ada dokter sakit-sakitan T_T), punya perpus sendiri (sdh menjadi nyata....amien), punya guru ngaji onna (sdh menjadi kenyataan), punya notebook sendiri(jg sdh), bisa 6 bahasa (Jepang,Inggris,Jerman,Spanyol,France,Arab) ---sedang belajar---^^ ternyata belajar bahasa tidak semudah belajar mtk T_T, ingin jadi guru (mtk----gara-gara nilai mtk dapat jelek di raport, dan trauma ada guru yang pilih kasih T_T),pertama sekali seh yang penting di Jepang tapi sekarang punya tujuan yang jelas ^^,bisa kuliah di Tokyo Daigaku S2nya nanti---gara-gara Nihon Go Tabemasen, ^^ (tadinya Osaka University tapi ternyata disana yang bagus jurusan kedokterannya ^^), yang no. 1 seh ingin jadi bidadari Dunia Akhirat, dan menjadi hamba Allah yang selalu taat ^^ (-----gubrak----), ketemu MOMOCHI (Momoko Tsugunaga-red),mau jadi cosplayer seperti Tezuka Kunimitsu ^^, (ga pernah kesampaean T_T,kayaknya seh masih banyak lagi yang penting kegiatannya positif ആയോ baelah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-8654982037339851154?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/8654982037339851154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/11/profile-akinabae.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8654982037339851154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8654982037339851154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/11/profile-akinabae.html' title='Profile Aribae'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/STeY20Hhl3I/AAAAAAAAAMA/aWmCPZqrFDw/s72-c/smp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-8783381212308295574</id><published>2008-09-07T20:50:00.002+07:00</published><updated>2008-09-07T20:56:21.598+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AngkutanKotaCirebon'/><title type='text'>Angkutan Kota GG</title><content type='html'>-Bentuk Fisik Mobil Angkutan Kota GG/Gunung Sari- Celancang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mobil Carry dan TS&lt;br /&gt;2. Warna Hijau Pupus/Hijau Muda&lt;br /&gt;3. Pintu Masuk Penumpang Samping Kiri&lt;br /&gt;4. Tarif Jauh Dekat Dewasa Rp. 2500; Pelajar Rp. 1500;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Rute: Start Pasar Celancang Jalan Sunan Gunung Jati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jalan Sunan Gunung Jati:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Mertasinga, Puskesmas ( samping kanan), SMP Cirebon Utara ( samping kiri), Jembatan Bondet, Desa Kalisapu, Desa Wanakaya, Jembatan condong ( Pasar Condong samping kanan), Desa Gunung Jati ( Wisata Ziarah Sunan Gunung Jati), Jembatan Pekik, Desa Jatimerta ( samping kiri), Desa Klayan ( samping kiri): Perumahan Villa Intan ( samping kanan), TVRI ( samping kanan), Pertamina UEP III ( samping kiri), Desa Jadimulya, Desa Pasindangan ( samping kiri), Desa Adidarma ( samping kanan): Rumah Sakit Tangkil ( samping kanan), POM Bensin( samping kanan), Jembatan Krucuk, Persimpangan Krucuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Belok Kiri Jalan Diponegoro: Makam Pahlawan ( samping kiri) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Belok Kanan Jalan Samadikun:&lt;br /&gt; Pesisir ( samping kiri), Asrama Polisi ( samping kiri), PERUM Gas ( samping kanan), POM Bensin ( samping kanan), Jembatan Sukalila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jalan Sisingamangaraja:&lt;br /&gt; Pelabuhan Cirebon Pos 1( samping kiri) , RS Pelabuhan ( samping kiri), Santa Maria ( samping kanan), Lampu Merah Pelabuhan Cirebon Pos 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Belok Kanan Jalan Bahagia: &lt;br /&gt;SMP Muhammadiyah ( samping kanan), Lampu Merah Pagongan, Toserba Asia ( samping kanan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jalan Pagongan:&lt;br /&gt;Jogja Dept. Store ( samping kiri), Toko Buku Dasco ( samping kanan) , Telkom Cirebon ( samping kiri)  , Lampu Merah Parujakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Belok Kiri Jalan Parujakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Belok Kanan Jalan Pekalangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Belok Kanan Jalan Kembar: Stasiun Kereta Api Parujakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Belok Kiri Jalan Tentara Pelajar: &lt;br /&gt;Lintasan Kereta Api 2 Sepur, Grage Mall ( samping kanan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Belok Kiri Cipto Mangunkusumo:&lt;br /&gt;Belok kanan SMUN 2 Cirebon, SMP Kristen, Lampu Merah Gunung Sari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Belok Kanan Jalan Kartini:&lt;br /&gt;Hotel Kharisma ( samping kiri), SDN Kartini ( samping kanan) , Masjid At Taqwa ( samping kiri) , Lampu Merah Kejaksan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Belok Kanan Jalan Siliwangi:&lt;br /&gt;Jogja Dept. Store lama ( samping kiri), Pasar Pagi/PGC ( samping kanan), Toserba Surya ( samping kiri), Toserba Asia ( samping kiri), Lampu Merah Pagongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Belok Kiri Jalan Pagongan:&lt;br /&gt;SMP Muhammadiyah ( samping kiri)  , Hero Supermarket ( samping kiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Belok Kiri Jalan ......, Lampu Merah BAT, Pelabuhan Cirebon Pos 1, Taman Ade Irma, Bank BNI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Belok Kiri Jalan Benteng:&lt;br /&gt;Gereja ( samping kiri)  , Gudang, Lembaga Pemasyarakatan ( samping kanan)   , Pelabuhan Cirebon Pos 2 ( samping kanan)   , Lampu Merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Masuk Jalan Sisingamangaraja Kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Masuk Jalan Samadikun Kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Masuk Jalan Diponegoro Kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Masuk Krucuk Kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Masuk Jalan Sunan Gunung Jati Kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Masuk Pasar Celancang Kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terjadi kesalahan data, mohon koreksi di alamatkan pada: &lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;textarea name="code" rows="2" cols="30"&gt;http://cirebonme.blogspot.com&lt;/textarea&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-8783381212308295574?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/8783381212308295574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/09/angkutan-kota-gg.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8783381212308295574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8783381212308295574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/09/angkutan-kota-gg.html' title='Angkutan Kota GG'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-2234742038403413754</id><published>2008-08-31T01:42:00.006+07:00</published><updated>2008-09-01T00:29:11.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='YangKuliahSambilKerja'/><title type='text'>HeruKhaerudinPasindangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SLrRNsbpeoI/AAAAAAAAAGg/GtVrdRcoWgA/s1600-h/heruw150h200.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SLrRNsbpeoI/AAAAAAAAAGg/GtVrdRcoWgA/s200/heruw150h200.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240731149594622594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama   : Heru Khaerudin&lt;br /&gt;TTL   : Cirebon, 06 Juli 1988&lt;br /&gt;Alamat   : Jl. Sunan Gunung Jati Gg. Desa No 72&lt;br /&gt;RT 01 RW 01 Cirebon Utara 45151&lt;br /&gt;Agama   : ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah anak terakhir dari 7 bersaudara. Saya dibesarkan langsung oleh kedua orang tua saya. Ayah yang bernama “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Koimin&lt;/span&gt;” dan Ibu yang bernama “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rasini&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki kegemaran bermain komputer. Saat ini saya duduk di bangku kuliah semester 5 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Cirebon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengisi liburan yang panjang ini saya mencoba meluangkan waktu untuk bekerja paruh waktu sebagai penjaga warnet di dekat tempat tinggal saya. Hasil yang di dapat pun lumayan memuaskan untuk membayar SPP satu semester dan untuk jajan sehari-hari. Semangat kerja paruh waktu ini saya peroleh dari teman-teman saya yang sudah berkerja semua, awalnya melihat mereka yang memiliki uang jajan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bekerja di warnet saya lebih banyak mencari bahan-bahan untuk kuliah saya daripada mengakses Friendster atau Chating seperti klient saya yang lainnya. Walaupun separuh waktu saya tersita dan sedikit cape tuk kerja tapi saya menjalaninya dengan semangat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-2234742038403413754?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/2234742038403413754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/08/profileherukhaerudin.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/2234742038403413754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/2234742038403413754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/08/profileherukhaerudin.html' title='HeruKhaerudinPasindangan'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SLrRNsbpeoI/AAAAAAAAAGg/GtVrdRcoWgA/s72-c/heruw150h200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-8269095598848026973</id><published>2008-08-27T19:52:00.002+07:00</published><updated>2008-08-27T19:56:29.226+07:00</updated><title type='text'>ProfilBupatiCirebon</title><content type='html'>Drs. H. Dedi Supardi, MM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga dan Pikirannya dicurahkan untuk mensejahterakan Masyarakat Kabupaten Cirebon&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Sejak dilantiknya menjadi Bupati Cirebon pada tanggal 10 Desember 2003, Drs. H. Dedi Supardi, MM telah bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat Kabupaten Cirebon.&lt;br /&gt;            Berbekal dukungan tersebut, ia berupaya memimpin seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya aparat pemerintahannya untuk bahu membahu memajukan daerah. Hanya satu tujuan yang ada dibenaknya yaitu Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Secara Adil dan Merata melalui Pembangunan Disegala Bidang. Dedi Supardi yang punya kegemaran olah raga dan menyanyi dilahirkan di Kuningan pada tanggal 23 Desember 1958 beristrikan Hj. Sri Heviyana dan dikaruniai empat orang anak yaitu Dea Angkasa Putri, Deby Rattania, Andi Yusuf dan Ardi Arman Maulana.&lt;br /&gt;            Berdasarkan pengamatan yang cermat Dedi Supardi melihat bahwa Kabupaten Cirebon merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya sosial ekonomi yang cukup besar yang mampu menjadi penyedia kebutuhan bagi masyarakat. Kondisi ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat maupun dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah (PAD).&lt;br /&gt;            Dalam menyongsong masa depan yang lebih baik, Kabupaten Cirebon mempunyai visi “Terwujudnya masyarakat Kabupaten Cirebon sejahtera yang didukung pemerintahan yang bersih dan berwibawa.”  Sedangkan misinya adalah “Panca Karya Prestasi” yaitu memantapkan kualitas beragama, meningkatkan mutu sumber daya manusia, mengembangkan ekonomi masyarakat, menegakkan keamanan dan ketertiban, serta meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan. Visi tersebut sejalan dengan visi Jawa Barat dan bertekad meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cirebon diantaranya peningkatan dibidang pendidikan, kesehatan, dan bidang ekonomi kerakyatan.&lt;br /&gt;            Dalam mewujudkan masyarakat sejahtera Kabupaten Cirebon sedang giat-giatnya membangun dan mengembangkan seluruh potensi yang ada, antara lain bidang agama, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya dan ekonomi.&lt;br /&gt;            Sedangkan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa dicapai dengan meningkatkan sumber daya manusia ‘SDM’ yang accountable, professional, non KKN, reformis, serta menjalankan roda pemerintahan yang transparan dan pelayanan prima.&lt;br /&gt;            Perjalanan karir Dedi Supardi diawali Menjadi :&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;-         &lt;!--[endif]--&gt;Kasubag Tata Usaha pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (1988)&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;-         &lt;!--[endif]--&gt;Kepala Seksi Monitoring dan Laporan (1991)&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;-         &lt;!--[endif]--&gt;Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon (1998-2000)&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;-         &lt;!--[endif]--&gt;Wakil Bupati Cirebon (2000-2003), dan &lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;-         &lt;!--[endif]--&gt;Bupati Cirebon, periode 2003-2008, (sampai sekarang)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Prestasi dan Penghargaan yang telah dicapai Drs. H. Dedi Supardi, MM. sebagai Bupati Cirebon, diantaranya adalah:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahun 2004&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;•        &lt;!--[endif]--&gt;Bhakti Koperasi Tingkat Nasional dari Presiden Republik Indonesia  &lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;•        &lt;!--[endif]--&gt;Pembinaan dan Pengembangan Kelompok Tani Itik Tingkat Propinsi Jawa Barat dari Gubernur &lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;•        &lt;!--[endif]--&gt;Optimalisasi penangkapan ikan/optikapi Kelompok Mina Bahari Mekar, Desa Gebang Mekar kecamatan Gebang, meraih juara harapan III Tingkat Nasional dan juara Tingkat Propinsi &lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;•        &lt;!--[endif]--&gt;Widya Krama, prestasi dalam melaksanakan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) dari Menteri Pendidikan  Nasional &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahun 2005&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;•        &lt;!--[endif]--&gt;8 Maret 2005&lt;br /&gt;Pemberian penghargaan kepada Kabupaten/Kota yang berhasil dalam pemungutan dan pengelolaan administrasi PBB sektor SKB tahun 2004&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;•        &lt;!--[endif]--&gt;16 Agustus 2005&lt;br /&gt;Penghargaan ”Satya Lancana Karya Satya” dari Presiden RI Tk. Propinsi Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;•        &lt;!--[endif]--&gt;22 Nopember 2005&lt;br /&gt;Penghargaan kepada Bupati sebagai Pembina Terbaik Perusahaan PMA/PMDN&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;•        &lt;!--[endif]--&gt;21 Juli 2005&lt;br /&gt;Penghargaan kepada Bupati dalam rangka Hari Krida Pertanian Propinsi Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;•        &lt;!--[endif]--&gt;22 Februari 2005&lt;br /&gt;Penghargaan kepada Kab/Kota yang berhasil dalam pemungutan dan pengelolaan administrasi PBB sektor SKB&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahun 2006&lt;br /&gt;• 2 Maret 2006&lt;br /&gt;Penerimaan penghargaan ”Adibakti Mina Bahari” Bidang Kelautan dan Perikanan Tk. Nasional Tahun 2006 Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir&lt;br /&gt;• 29 Maret 2006 &lt;br /&gt;Penerimaan Penghargaan Bidang Ketransmigrasian dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi&lt;br /&gt;• 29 juni 2006&lt;br /&gt;Penerimaan Penghargaan ”Manggala Karya Kencana” di Bidang  Keluarga Berencana&lt;br /&gt;• 12 Juli 2006&lt;br /&gt;Penerimaan Penghargaan Satya Lencana di Bidang Perkoperasian&lt;br /&gt;• 2 November 2006&lt;br /&gt;Penerimaan Penghargaan dan PIN PMI dari ketua PMI Pusat atas Kepedulian dan Peran Serta terhadap Tugas Kemanusiaan&lt;br /&gt;• 28 November 2006&lt;br /&gt;Menerima Penghargaan ”Satya Lencana Aditya Karya Mahatva Yodya”  Sebagai Pembina Karang Taruan Terbaik Tingkat Nasional dari Menteri Sosial&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahun 2007&lt;br /&gt;• 15 Februari 2007&lt;br /&gt;Pengharagaan dari Dewan Masjid Indonesia Jawa Barat (DMI) Sebagai Tokoh Pembina dalam mendukung program Kegiatan usaha Pemberdayaan potensi masjid di kabupaten cirebon melalui Peningkatan sarana ibadah perpustakaan yang diserahkan oleh Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan di Gedung Pusdai Bandung.&lt;br /&gt;• 6 juni 2007&lt;br /&gt;Penghargaan Adipura kategori: ”Penghargaaan Upaya Terbaik (Best Effort)” tahu 2007 untuk Kota Sumber, Kabupaten Cirebon dari Kementrian Lingkungan Hidup Re3publik Indonesia pada tanggal 6 Juni 2007.&lt;br /&gt;• 8 September 2007&lt;br /&gt;Penghargaan Anugerah Aksara Tingkat Pratama pada Hari Aksara Internasional ke-42 tahun 2007 yang diselenggarakan di Propinsi Nusa Tenggara Barat pada Sabtu,  8 September 2008 dari Presiden Republik Indonesia.&lt;br /&gt;• 13 November 2007&lt;br /&gt;Penghargaa ”Manggala Karya Bhakti Husada Kartika” Dari Menteri Kesehatan RI Dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional ke-43 Tahun 2007 pada Tanggal 13 November 2007 di Jakarta.&lt;br /&gt;• 13 November 2007&lt;br /&gt;Penghargaan ”Ksatria Bakti Husada” Dari Menteri Kesehatan RI Dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional ke-43 Tahun 2007 pada Tanggal 13 November 2007 di Jakarta.&lt;br /&gt;• 19 Desember 2007&lt;br /&gt;Anugerah Penghargaan HKSN kategori PEMBERDAYAAN SOSIAL, PEMBINAAN KUKM dan KUB dari Menteri Sosial RI diserahkan dihadapan Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional di Medan pada tanggal 19 Desember 2007&lt;br /&gt;• 22 Desember 2007&lt;br /&gt;LEADERSHIP AWARD, Terpilihnya Bupati Cirebon Drs. H. Dedi Supardi, MM. Sebagai salah satu Pemimpin Daerah Terbaik dalam Leadership Award dari Meteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Men-PAN) RI di Jakarta pada tanggal 22 Desember 2007&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahun 2008&lt;br /&gt;●    24 Maret 2008&lt;br /&gt;Penghargaan dari Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia sebagai Kabupaten Penggerak Koperasi Tahun 2007” . &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Sosok Dedi Supardi merupakan salah satu Bupati yang mempunyai rasa kepedulian terhadap masyarakat kecil (wong cilik) atau kaum duafa sangat tinggi. Hal ini, dapat dibuktikan dengan seringnya turun ke lapangan secara langsung untuk memberi bantuan sekedar meringankan beban penderitaan masyarakatnya.&lt;br /&gt;            Sebagai contoh di bidang pendidikan diantaranya memberikan bantuan sarana dan prasarana pendidikan kepada siswa/siswi, baik berupa tas sekolah, pakaian seragam,  bea siswa bagi yang kurang mampu dsb. Di bidang kesehatan, diantaranya adalah memberikan pelayanan kesehatan terhadap balita secara gratis, keluarga miskin (gakin) dan bantuan pengobatan terhadap kejadian yang bersifat luar biasa (KLB), seperti DBD, malaria, campak dll, sedangkan di bidang ekonomi kerakyatan diantaranya memberikan bantuan dana kepada para Pengusaha Kecil Menengah (PKM/UKM) melalui Kredit Program Bantuan dengan bunga rendah yang meliputi bidang pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, industri perdagangan, koperasi dan UKM, Dana Kredit Program Bantuan di alokasikan dalam APBD, yang nominalnya setiap tahun menunjukkan peningkatan. &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt; Pemerintah daerah kabupaten cirebon &lt;br /&gt;Office : Jl. Sunan Kalijaga No. 7 - Sumber Cirebon, Jawa Barat - Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Situs Resmi Kabupaten Cirebon&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-8269095598848026973?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/8269095598848026973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/08/profilbupaticirebon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8269095598848026973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/8269095598848026973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/08/profilbupaticirebon.html' title='ProfilBupatiCirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-5831673134330093225</id><published>2008-08-27T19:11:00.002+07:00</published><updated>2008-08-28T13:44:07.942+07:00</updated><title type='text'>BalaiKotaCirebon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SLVF5x6VrfI/AAAAAAAAAGM/4oVYrJkYPKU/s1600-h/bardiwalikotaw150h200.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SLVF5x6VrfI/AAAAAAAAAGM/4oVYrJkYPKU/s200/bardiwalikotaw150h200.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239170600468327922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIOGRAFI WALIKOTA CIREBON&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;• DATA PRIBADI &lt;br /&gt;Nama                                : Subardi, SPd.&lt;br /&gt;Umur                                 : 42 Tahun&lt;br /&gt;Tempat, Tgl. Lahir             : Cirebon, 19 September 1963&lt;br /&gt;Kebangsaan                     : Indonesia&lt;br /&gt;A g a m a                          : Islam&lt;br /&gt;Tempat tinggal sekarang  : Jl. Raya Siliwangi No. 90 Kota Cirebon&lt;br /&gt;• DATA PENDIDIKAN &lt;br /&gt;1. SDN Pegajahan III                                         (1970 - 1975)&lt;br /&gt;2. SMP Taman Siswa                                       (1976 - 1979)&lt;br /&gt;3. SGO Negeri                                                  (1979 - 1982)&lt;br /&gt;4. Sekolah Tinggi Taman Siswa Yogyakarta   (1996 - 2001) &lt;br /&gt;• DATA ORGANISASI &lt;br /&gt;1. PDI (anggota) tahun 1980&lt;br /&gt;2. Pemuda Demokrat (anggota, Pengurus Kecamatan dan Pengurus Cabang)&lt;br /&gt;    Tahun 1982 - 1990&lt;br /&gt;3. KNPI (Pengurus DPD Tingkat I)I Tahun 1986 - 1990&lt;br /&gt;4. PDI-Perjuangan (Wakil Ketua DPC Kota Cirebon) Tahun 2000 - 2005&lt;br /&gt;• DATA PEKERJAAN &lt;br /&gt;1. Guru Madya Tingkat I Tahun 1984 - 2001&lt;br /&gt;2. Walikota Cirebon Tahun 2003 – sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SLVNMIdxgtI/AAAAAAAAAGU/u8zd8rRWn0U/s1600-h/nartowkwalikotaw150h200.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SLVNMIdxgtI/AAAAAAAAAGU/u8zd8rRWn0U/s200/nartowkwalikotaw150h200.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239178612341572306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIOGRAFI WAKIL WALIKOTA CIREBON&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;• DATA PRIBADI &lt;br /&gt;Nama                                : H. Sunaryo HW,SIP,MM&lt;br /&gt;Umur                                 : 66 tahun&lt;br /&gt;Tempat, Tgl. Lahir             : Surabaya, 07 September 1942&lt;br /&gt;Kebangsaan                     : Indonesia&lt;br /&gt;A g a m a                          : Islam&lt;br /&gt;Tempat tinggal sekarang  : Jl. Wahidin  Sudirohusodo No. 38 Kota Cirebon&lt;br /&gt;• DATA PENDIDIKAN &lt;br /&gt;1. SR 6 Tahun                                   &lt;br /&gt;2. STN 3 Tahun&lt;br /&gt;3. SGPT 3 Tahun&lt;br /&gt;4. Fakultas Sosial Universitas Pancasila (S1)&lt;br /&gt;5. Universitas Terbuka (S1)&lt;br /&gt;6. Sekola Tinggi Manajemen "Labora"&lt;br /&gt;• DATA ORGANISASI &lt;br /&gt;1. PC. Pepabri (1986 s.d 2003 /3 periode)&lt;br /&gt;2. DPD Golkar (1987 s.d sekarang)&lt;br /&gt;• DATA PEKERJAAN &lt;br /&gt;1. Resimen Arhanud-2 / Ka. Logistik&lt;br /&gt;2. Danden Radar 2&lt;br /&gt;3. Wadan Yon Arhanudse 7&lt;br /&gt;4. Dan Yon Arhanudse 7&lt;br /&gt;5. Dandim 0605 / Subang&lt;br /&gt;6. Dandim 0614 / Kota Cirebon&lt;br /&gt;7. PD. Pembangunan&lt;br /&gt;8. DPRD Kota Cirebon 1992 s.d sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIOGRAFI SEKRETARIS DAERAH KOTA CIREBON&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;• DATA PRIBADI &lt;br /&gt;Nama                                :  Drs. H. Hasanudin Manap, MM.&lt;br /&gt;Umur                                 : 52 tahun&lt;br /&gt;Tempat, Tgl. Lahir             : Cirebon, 26 Juni 1956&lt;br /&gt;Kebangsaan                     : Indonesia&lt;br /&gt;A g a m a                          : Islam&lt;br /&gt;Tempat tinggal sekarang  : Jl. Sunyaragi No. 2 Kota Cirebon&lt;br /&gt;• DATA PENDIDIKAN &lt;br /&gt;1. &lt;br /&gt;2. &lt;br /&gt;• DATA ORGANISASI &lt;br /&gt;1.  &lt;br /&gt;2.    &lt;br /&gt;• DATA PEKERJAAN &lt;br /&gt;1.  &lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Situs Resmi Kotamadya Cirebon&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-5831673134330093225?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/5831673134330093225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/08/balaikotacirebon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/5831673134330093225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/5831673134330093225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/08/balaikotacirebon.html' title='BalaiKotaCirebon'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SLVF5x6VrfI/AAAAAAAAAGM/4oVYrJkYPKU/s72-c/bardiwalikotaw150h200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-150778220938050258.post-3426485239471898713</id><published>2008-08-22T21:38:00.009+07:00</published><updated>2008-08-31T00:26:44.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KelahiranAnakPertama'/><title type='text'>KeluargaIbnuSolehBinAbduRosyid</title><content type='html'>Kami Ibnu Soleh dan Yuli Hartati binti Saidi menikah pada tanggal: 9 November 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat tinggal: Desa Marikangen Blok Kragilan Plumbon Cirebon&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SK7Qf_ytjbI/AAAAAAAAAFs/J95Nv1m7ano/s1600-h/ibnuyuliw400h600.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SK7Qf_ytjbI/AAAAAAAAAFs/J95Nv1m7ano/s320/ibnuyuliw400h600.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237352664797121970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, telah terlahir putri pertama kami pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari: Jum’at&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 22 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul: 02.55 dini hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat: Rumah Sakit Bersalin Muhammadiyah, Jl. Wahidin.S Cirebon melalui proses operasi Cesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberi nama: Zulfa Ibon Sya’bani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SK7RF6XblvI/AAAAAAAAAF0/JNjUaWQBlL0/s1600-h/zulfaw400h600.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SK7RF6XblvI/AAAAAAAAAF0/JNjUaWQBlL0/s320/zulfaw400h600.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237353316175550194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kelak menjadi seorang anak yang solehah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Dokumentasikan Kelahiran Anak Pertama di SitusInternet/Webblog&lt;/span&gt; &lt;span style="color:YELLOW;"&gt; CIREBON KOTA DAN KABUPATEN &lt;br /&gt;pada http://cirebonme.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/150778220938050258-3426485239471898713?l=cirebonme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cirebonme.blogspot.com/feeds/3426485239471898713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/08/keluargaibnusolehbinabdurosyid.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/3426485239471898713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/150778220938050258/posts/default/3426485239471898713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cirebonme.blogspot.com/2008/08/keluargaibnusolehbinabdurosyid.html' title='KeluargaIbnuSolehBinAbduRosyid'/><author><name>Davidchanka</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/-xhJleInOdNY/TuZEfei3L9I/AAAAAAAABHk/UiqKGQskK_A/s220/Zenmawon.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8XO0R7uY_QI/SK7Qf_ytjbI/AAAAAAAAAFs/J95Nv1m7ano/s72-c/ibnuyuliw400h600.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
